Sains

1000 Triliun Ton Berlian Ditemukan Mengendap di Bawah Permukaan Bumi

Sekelompok tim peneliti internasional baru saja mendeteksi sejumlah besar berlian di bawah permukaan bumi.

1000 Triliun Ton Berlian Ditemukan Mengendap di Bawah Permukaan Bumi
SOTHEBYS/BBC
Ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM - Sekelompok tim peneliti internasional baru saja mendeteksi sejumlah besar berlian di bawah permukaan bumi.

Tim yang terdiri dari ilmuwan Harvard, Massachusetts Institute of Technology (MIT), University of California, dan berbagai perguruan tinggi tersebut menggunakan gelombang suara untuk menemukan berlian-berlian tersebut.

Dalam laporan mereka di jurnal Geochemistry, Geophysics, Geosystems, para peneliti menemukan 1.000 triliun ton berlian yang tersebar jauh di permukaan bumi.

"Ini menunjukkan bahwa meski berlian bukanlah mineral biasa, tapi batu mulia ini cukup umum," ungkap Ulrich Faul, peneliti dari MIT dikutip dari Business Insider, Selasa (17/07/2018).

Baca: Matahari akan Membesar Lalu Mati, Begini Prediksi Ilmuwan

Baca: Bupati Labuhanbatu Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Rupiah Disita

Baca: Ketegangan dengan China Meningkat, Taiwan Siagakan 29 Heli Serang Apache

Meski jumlah berlian yang ada di sana sangat banyak, tapi menurut Faul kita tidak bisa mendapatkannya. "Kita tidak bisa mendapatkannya, tetapi tetap saja, ada lebih banyak berlian di sana daripada yang pernah kita pikirkan sebelumnya," tegas Faul.

Penemuan triliunan berlian ini bermula dari penelitian anomali seismik yang mereka lakukan.

Gunakan Data Seismik

Para ilmuwan itu menggunakan data global dari Badan Geologi AS. Data ini yang digunakan tersebut mulanya untuk melacak asal gempa bumi.

Hasilnya, di beberapa titik kerak Bumi yang disebut cratons, gelombang suara berjalan lebih cepat dari perkiraan.

Sebagai informasi, cratons adalah bagian stabil dari kerak dan mantel Bumi yang biasanya ditemukan di bagian dalam lempeng tektonik. Cratons biasanya juga kurang padat dan lebih dingin dari bagian Bumi yang mengelilinginya.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved