Breaking News:

Ensiklopedia

Kini Jadi Penyumbang Masalah Dunia, Siapa Sangka Dulu Sedotan Terbuat dari Emas

Sedotan dianggap sebagai salah satu alat bantu untuk menyeruput minuman, terutama minuman dingin.

IBTimes UK
Sedotan 

Pada 1888, Stone mematenkan sedotan kertas.

Mulanya dia hanya melilitkan kertas di sekitar pensil untuk membuat tabung tipis dan menempelkan lem di sekitarnya. Dia kemudian memperbaiki temuannya itu dengan melapisi bagian luar kertas dengan lilin.

Ini dilakukan agar lem tidak larut dalam minuman.

Bisa Ditekuk

c
sedotan Tekuk (National Restaurant Association of India)

Perbaikan besar berikutnya untuk sedotan berlangsung lebih dari 40 tahun oleh Joseph B. Friedman.

Dia terinspirasi ketika melihat putrinya harus berjuang minum milkshake dengan sedotan yang tinggi. Friedman kemudian mencoba menekuk sedotan tersebut.

Pada tahun 1937, dia mematenkan sedotan tekuk pertama. Hingga awal 1960-an, sedotan kertas mendominasi pasar.

Sedotan Plastik

v
Sedotan Plastik (Evening Standard)

Setelah itu, sedotan plastik mulai muncul dan menawarkan pengalaman minum yang berbeda.

Ditambah lagi, sedotan plastik juga lebih tahan lama dibanding yang terbuat dari kertas.

Pada pertengahan 1970-an, sedotan plastik menjadi inovasi segar. Hingga saat ini, penggunaan plastik makin masif.

Sekitar tahun 2017, banyak orang mulai sadar tentang kelemahan sedotan plastik.

Apalagi, sedotan plastik adalah salah satu produk sekali pakai. Artinya, penggunaan sedotan plastik turut menyumbang sampah plastik di seluruh dunia.

Karenanya, banyak inovasi baru dilakukan berbagai perusahaan untuk menggantikan sedotan plastik.

Dari Bambu

c
Sedotan Bambu (Hotelier Middle East)

Salah satunya adalah perusahaan Brush with Bamboo yang membuat sedotan bambu.

Sedotan ini dibuat di India dan dirancang untuk digunakan selama bertahun-tahun. Sayangnya, harga sedotan bambu cukup mahal.

Bahan logam

yang sedang dibuat sebagai sedotan adalah logam.

Umumnya, sedotan logam dijual beserta sikat pembersihnya.

Itu karena tujuannya adalah penggunaan berkali-kali dalam jangka panjang.

Bahan Lain

Beberapa produsen berskala kecil menggunakan bahan kaca sebagai sedotan.

Untuk mengatasi masalah sanitasi, beberapa perusahaan membuat sedotan sekali pakai dengan bahan jagung. Jagung dibuat menjadi biopolimer sebagai bahan pembuat plastik.

Nantinya, sedotan plastik biopolimer ini bisa dikomposkan dan diperbarui.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penemuan yang Mengubah Dunia: Sedotan, Dulu Terbuat dari Emas", https://sains.kompas.com/read/2018/07/05/230000123/penemuan-yang-mengubah-dunia-sedotan-dulu-terbuat-dari-emas.
Penulis : Resa Eka Ayu Sartika
Editor : Resa Eka Ayu Sartika

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved