Berita Kalsel
Begini Cara Anggota DPRD Kalsel Ini Serap Aspirasi dari Ribuan Warga
Bukannya mengadakan pertemuan yang biasanya diikuti puluhan hingga ratusan orang, dia justru menggelar kegiatan secara akbar.
Penulis: Ernawati | Editor: Ernawati
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Masa reses sering digunakan anggota legislatif untuk turun ke masyarakat.
Tujuan reses sendiri, merupakan masa bagi anggota Dewan untuk menyerap aspirasi masyarakat.
Anggota Dewan, apakah itu DPR RI atau DPRD, biasanya mengadakan pertemuan untuk menyerap aspirasi tersebut.
Nah, yang dilakukan anggota DPRD Kalimantan Selatan ini dalam mengisi masa reses sangat unik.
Bukannya mengadakan pertemuan yang biasanya diikuti puluhan hingga ratusan orang, dia justru menggelar kegiatan secara akbar.
Dia adalah HM Rosehan NB SH, anggota DPRD Kalsel dari Fraksi PDI Perjuangan.
Rosehan mengemas reses dengan acara Jalan Sore-sore (JSS)
Kegiatannya itu diikuti lebih 1.000 orang!
Masyarakat diajak berjalan keliling lingkungan yang diiringi dengan hiburan barongsai.
Lalu bagaimana cara menyerap aspirasi ribuan orang tersebut?
Rosehan memiliki cara cukup efisien dan jitu. Sebelum kegiatan digelar, dia membagikan formulir kepada peserta JSS.
Di dalam formulir pendaftaran itu, selain menulis identitas diri, peserta diminta untuk menulis aspirasi, saran, keinginan, pertanyaan dan apapun yang terkait dengan uneg-uneg mereka.
"Alhamdulillah, kegiatan Jalan Sore Sore minimal diikuti 1.000, dari anak-anak hingga orang dewasa. Bahkan ada yang mencapai 2.000," jelas Rosehan.
Setelah Lebaran, kata Rosehan, JSS sudah dilaksanakan selama dua kali, Kamis (21/6/2018) di kawasan Kelayan A, dan Jumat (22/6/2018) di kawasan Kuripan/Veteran.
"Hari ini, Sabtu (23/6/2018) insyaAllah di Seberang Mesjid," ujar mantan Wagub Kalsel ini.
Menurut Rosehan, reses untuk menyerap aspirasi dengan cara ini cukup efektif dibanding pertemuan.
Karena, jelas dia, semua warga dari berbagai lapisan dan golongan serta latar belakang bisa menyampaikan aspirasi mereka tanpa ada batas ataupun perasaan takut.
"Biasanya kan orang ada yang malu bicara langsung. Nah, ini mereka bisa lewat tulisan," kata Ketua Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (IKA FH UNLAM) ini.
Selama dua kali JSS yang sudah digelarnya pasca-Lebaran, Rosehan mengungkapkan berbagai keluhan di masyarakat.
"Sebagian besar mengeluhkan infrastruktur. Mereka ingin perbaikan misalnya jalan, gang, jembatan, pasar. Tapi ada juga yang menanyakan cara mendapatkan beasiswa. Pokoknya bermacam-macam," ujarnya.
Kata Rosehan, semua aspirasi masyarakat tersebut baik yang disampaikan secara langsung saat kegiatan JSS maupun yang ditulis dalam formulir, akan disampaikannya ke DPRD dalam bentuk laporan.
"Sebagian besar memang bersentuhan dengan kewenangan Pemko Banjarmasin. Namun saya kan Dapil Banjarmasin, jadi bisa saja aspirasi itu saya sampaikan ke pejabat terkait di Pemko Banjarmasin," tandasnya.
Untuk menarik minat warga, Rosehan mengakui JSS diisi dengan hiburan musik yang mengundang artis lokal, juga ada doorprize.
"Memang harus ada cost lebih yang kita keluarkan, tapi itulah konsekuensi sebagai wakil rakyat agar benar-benar bisa menyerap aspirasi masyarakat," katanya. (BANJARMASINPOST.co.id/ernawati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/rosehan-jalan-sore-sore_20180623_142226.jpg)