Kajian Islam

Membayar Utang Puasa Ramadhan Orang yang Telah Meninggal, Ini Hukum, Cara dan Niatnya

Karena yang bersangkutan telah meninggal dunia, maka yang berkewajiban membayarkannya adalah ahli warisnya

Membayar Utang Puasa Ramadhan Orang yang Telah Meninggal, Ini Hukum, Cara dan Niatnya
Istimewa
Ilustrasi - ziarah ke makam keluarga yang telah meninggal dunia 

TRIBUNKALTENG.COM - Bulan puasa Ramadhan telah berlalu.

Biasanya, saat bulan puasa Ramadhan, ada kalangan-kalangan tertentu yang tak bisa berpuasa, entah karena sakit keras, hamil atau menyusui yang mengganggu kesehatannya dan janin atau bayinya serta perempuan haid atau nifas.

Utang ini wajib dibayar karena ini adalah ibadah untuk Allah dan utang kita kepada Allah.

Jika tak dibayar selama di dunia, maka akan ditagih Allah di akhirat kelak.

Baca: Terungkap dari Sisi Medis Pengetahuan Modern, Ini 20 Mukjizat Puasa!

Baca: Bocah 5 Tahun Alami Luka Bakar dari Ledakan yang Terjadi Saat Mengais Sampah

Baca: Kebakaran Pasar Besar Palangkaraya, 4 Blok dan 160 Lapak Jadi Arang, Diduga Ini Penyebabnya

Puasa ini kerap disebut sebagai puasa qodho atau puasa ganti.

Bagi mereka yang telah meninggal dunia namun tak sempat membayar utang puasa Ramadhan semasa hidupnya, maka utang itu tetap wajib dibayar.

Karena yang bersangkutan telah meninggal dunia, maka yang berkewajiban membayarkannya adalah ahli warisnya seperti anak kandungnya.

Menurut Ustad Abdul Somad, dalilnya adalah sebuah hadis Nabi Muhammad berikut ini.

مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ

“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki kewajiban membayar utang puasa, maka ahli warisnya yang nanti akan mempuasakannya (berpuasa menggantikannya). ”

Dikutip dari sumber lain, niat puasa qodho untuk membayarkan puasa orang yang telah meninggal dunia ini sedikit berbeda dengan niat puasa qodho untuk diri sendiri.

Bedanya adalah nama orang yang telah meninggal dunia itu disebut dalam niatnya.
Begini bunyi niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءٍ فَرْضَ رَمَضَانً ِللهِ تَعَالَى

Artinya "Aku niat puasa esok hari karena mengganti fardhu Ramadhan karena Allah Ta’ala".

Di antara niat ini, selipkan nama orang tersebut setelah kata romadhona.
Lebih jelasnya adalah seperti ini:

"Nawaitu shouma ghodin 'an qodhoo i fardho romadhoona" (lalu sebutkan nama orang meninggal yang hendak kita gantikan puasanya) lillahi ta'ala."
Demikianlah hukum, cara serta niat menggantikan puasa untuk orang yang telah meninggal dunia.

(banjarmasinpost.co.id/yayu fathilal)

Penulis: Yayu
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved