Pilpres 2019

Ketua umum PPP Bongkar Seluk-beluk Tabloid Obor Rakyat Saat Jadi Tim Pemenangan Prabowo-Hatta

Saat itu, Romi yang masih menjadi Sekjen PPP menjabat Wakil Ketua Bidang Strategi Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Tribunnews.com/ Ferdinand Waskita
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy. 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Masih ingat kasus tabloid Obor Rakyat yang begitu booming saart Pilpres 2014 lalu?

Kasusnya sendiri sudah berujung di pengadilan.

Namun, siapa di balik Obor Rakyat tersebut sampat sekarang masih jadi misteri.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy, mengungkapkan asal-muasal label komunis dan anti-Islam yang saat ini disematkan kepada Presiden Joko Widodo oleh lawan politiknya.

Baca: Sejoli Mesum di Dalam Masjid, Terekam CCTV, Lalu Ini yang Terjadi

Baca: Liga 1 2018 - Jelang Lawan PSM Makassar, Manajer Barito Putera Ingatkan Target Ulang Tahun ke-30

Romi, sapaannya, mengungkapkan dua label tersebut bermula sejak masa kampanye Pilpres 2014.

Saat itu, Romi yang masih menjadi Sekjen PPP menjabat Wakil Ketua Bidang Strategi Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Saat itu, PPP masuk dalam Koalisi Merah Putih yang mengusung Prabowo-Hatta.

"Saya katakan dan saya tegaskan bahwa urusan prokomunis itu adalah betul-betul sebuah fitnah dan hoaks. Mengapa? Karena ketika Pak Jokowi diusung jadi Wali Kota Solo dua periode, tidak pernah ada isu demikian," kata Romi dalam pidato pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama PPP di Hotel Patra, Semarang, Jumat (13/4/2018).

"Bahkan partai yang sama juga mengusung Pak Jokowi pada Pilgub 2012, tidak muncul isu demikian. Mengapa demikian pada tahun 2014 posisinya berhadapan tiba-tiba muncul isu komunis. Itu artinya ini adalah rekayasa," kata Romi lagi.

Romi melanjutkan, saat berkunjung ke Palu, dia ditanyai oleh salah seorang ulama di sana ihwal kemunculan label komunis dan anti-islam kepada Jokowi.

"Termasuk dua hari yang lalu kami bertemu dengan Habib Saggaf, Ketua Ulama Ormas Al Khairat, berpusat di Indonesia Timur. (Habib Saggaf tanya) 'Dek ngana (kamu) adalah orang yang berada di jantung pemenangan waktu itu," ujar Romi menirukan ucapan Habib Saggaf.

Ia pun mengungkapkan saat itu di tim pemenangan Prabowo-Hatta terdapat banyak faksi, mulai dari yang resmi maupun tidak.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved