Kisah Inspiratif

Aiptu Trisih Nyambi Jadi Tukang Sampah, Alasannya Sungguh Mulia

Trisih dianggap merendahkan derajat sebagai anggota polisi. Apalagi istrinya seorang PNS, dan anak sulungnya anggota TNI.

Aiptu Trisih Nyambi Jadi Tukang Sampah, Alasannya Sungguh Mulia
Surya/David Yohanes
Aiptu Trisih dengan mobil pikapnya yang biasa dipakai untuk mengangkut sampah 

Dibantu dua orang temannya, Trisih membeli sebuah mobil pikap untuk mengangkut sampah rumah tangga pada awal 2016 silam.

“Waktu itu modal awalnya Rp 15 juta untuk beli pikap jelek. Pokoknya bagaimana bisa membuang sampah agar tidak berceceran,” tutur Trisih.

Baca: Pertamina Berkali-kali Membantah, Kebakaran Minyak di Laut Balikpapan Ternyata Akibat Pipa Bocor

Awalnya Trisih dan seorang temannya, Kukuh hanya mengambil sampah di Desa Ngrendeng. Ternyata dari mulut ke mulut banyak warga yang memesan jasanya.

Setiap dua hari sekali Trisih dan Kukuh mengangkut sampah yang sudah dikumpulkan warga, dan langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Segawe, Kecamatan Pagerwojo.

Lambat laun permintaan jasa pembuangan sampah ini datang dari desa-desa sekitar, seperti Wonokromo, Patoman, Bendungan hingga ke Desa Karanganom Kecamatan Kauman dan Desa Baruharjo Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek.

Mobil pikap yang dijadikan armada pengangkut sampah mulai kewalahan melayani warga.

“Awal tahun 2017 kami menjual pikap, terus kami kredit mobil truk engkel. Harganya waktu itu Rp 60 juta,” ungkap Trisih.

Saat ini pelanggan jasa pembuangan sampah ini mencapai 250. Untuk biaya operasional, Trisih dan Kukuh mengenakan biaya iuran Rp 10.000 per bulan.

Baca: Aneh! Nenek Sumirah Hilang di Gunung Slamet, Tim Hanya Temukan Jejak Satu Kaki

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved