Orangutan Sering Dibantai Pakai Senapan Angin, Dirjen LHK Terbitkan Aturan Ini

Dirjen juga menyoroti, terkait penggunaan senjata api, yang sesuai penatausahaan, pengawasan dan pengendalian

Orangutan Sering Dibantai Pakai Senapan Angin, Dirjen LHK Terbitkan Aturan Ini
Centre Orangutan Protection (COP)
48 butir peluru berhasil dikeluarkan dari tubuh orangutan yang tewas dengan 130 luka tembak di Kaltim. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Sempat mencuat kabar tentang pembantaian orangutan di Kalteng dan Kaltim, yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggungjawab yang menggunakan senjata senapan angin untuk berburu mendapat perhatian pusat.

Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rasio Ridho Sani, mengeluarkan surat edaran sesuai UU No 5/1990 tentang konservasi sumber daya hayati dan ekosistemnya. 

Dan ketentuan dalam Pasal 21 ayat 2 huruf a yang berisi larangan menangkap,melukai, bahkan membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara juga mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup yang berimplikasi terhadap tindakan kejahatan kehutanan.

Baca: BI Kalteng Gelar Donor Darah, Penyumbang dari Kalangan Ini

Dirjen juga menyoroti, terkait penggunaan senjata api, yang sesuai penatausahaan, pengawasan dan pengendalian senapan angin tersebut merupakan kewenangan kepala kepolisian negara RI.

Sesuai dengan ketentuan no 8 tahun 2012 tantang pengawasan dan pengendalian juga penggunaan senjata api untuk olahraga bukan untuk perburuan ilegal binatang yang dilindungi, yang bertentangan dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Hal tersebut mendapat perhatian banyak kalangan warga Kalteng yang biasa berburu menggunakan senapan angin, lebih berhati-hati dalam mencari bidikan binatang sasaran yang akan di buru.

"Karena yang dilarang memburu binatang yang dilindungi, tentu untuk berburu semacam babi maupun burung yang tidak termasuk dlindungi tidak apa apa, jadi bagi kami untuk berburu babi ya ga apa-apa lah," ujar Hamdi, salah satu pemburu di Palangkaraya, Rabu (28/3/2018). (TRIBUNKALTENG.COM/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved