Breaking News:

Tiga Mahasiswa Surabaya Jebol Situs 44 Negara, FBI Minta Bantuan Polri

Para pelaku meminta tebusan ke perusahaan tersebut, jika sistem IT perusahaan yang diretas ingin dipulihkan seperti semula.

Tiga Mahasiswa Surabaya Jebol Situs 44 Negara, FBI Minta Bantuan Polri
ist
Ilustrasi

"Masih ada tiga pelaku lainnya yang buron," ujar Roberto.

Mereka dijaring Undang-undang No 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Para pemuda itu terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara dan atau denda maksimal Rp 2 miliar.

Menurut Kombes Pol Argo Yuwono, tiga orang yang masih buron itu merupakan anggota komplotan Surabaya Black Hat.

Baca: Muhammadiyah Sudah Tetapkan Awal Puasa dan Lebaran, BerikutTanggalnya

"Mereka merupakan anggota inti kelompok hacker Surabaya Black Hat (SBH) yang masih aktif sebagai mahasiswa," katanya.

Sistem keamanan situs yang dibobol tersangka beragam mulia dari milik perusahaan kecil sampai besar.

AKBP Roberto Pasaribu menyampaikan para tersangka dapat mengeruk uang dari para korban hingga Rp 200 juta.

"Uang yang mereka dapatkan dalam bentuk Paypal dan Bitcoin. Uang itu mereka kumpulkan selama aktif meretas sejak 2017 lalu. Rp 50 juta sampai Rp 200 juta per orang," tutur Roberto.

Berdasarkan data sementara, setiap tersangka setidaknya telah menyasar 600 website. "Bukan website saja tapi juga sistem IT.

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved