Kabar Kalimantan

Kesulitan Mendapatkan Elpiji Melon, Warga Curhat Begini

Mayoritas warganet yang nimbrung dalam percakapan ini mengeluhkan sulitnya mendapat elpiji melon

Editor: Mustain Khaitami
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Curhatan warga yang kesulitan mendapatkan tabung gas elpiji melon di media sosial Facebook. 

TRIBUNKALTENG.COM, TANJUNG REDEB - Pemkab Berau melalui Bagian Ekonomi membantah jika terjadi kelangkaan elpiji 3 kilogram atau elpiji melon.

Bahkan menurut Pemkab Berau, pasokan elpiji melon di Berau ditambah sebanyak 50 ribu tabung.

Namun nyatanya, masyarakat masih kesulitan untuk mendapatkan elpiji bersubidi ini.

Merasa dibohongi, beberapa warga mengeluh dan curhat melalui media sosial.

Baca: 5 Fakta Soal Hujan Duit di Kuningan Jakarta, Ada Maksud Tersembunyi di Baliknya

“Tipu-tipu, coba turun ke lapangan langsung. (Pejabat) jangan cuma duduk di belakang meja,” tulis pemilik akun Hermasyah.

Ada juga yang meberikan sindiran.

“Bagusnya kita rame-rame bawa tabung gas kosong di depan kantor bupati biar beliau tau masyarakat kesusahan mau makan,” kata akun Facebook Nitt Ta Nita.

Mayoritas warganet yang nimbrung dalam percakapan ini mengeluhkan sulitnya mendapat elpiji melon.

“Masih setia mencari gas 3 kilogram, sudah 3 hari dapur tidak mengepul. Sudah 3 hari anakku makan bubur instan,” kata warganet lainnya menimpali.

Baca: VIDEO: Nyawa Pria Ini Selamat karena Aksi Sawer Ala Bu Dendy, Lihat Videonya

Indah Ariani dari Bagian Ekonomi Pemkab Berau, saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp mengatakan, pasokan elpiji melon baru saja tiba pada hari Kamis (1/3/2018), sekitar pukul 09.24 wita tadi.

“Hari ini ada bongkar di pangkalan Fajar, Jalan Cempaka, Tanjung Redeb. Nanti agak siang di Jalan Abu-Abu, Teluk Bayur, di depan family. Dan di Teluk Bayur dekat pemancingan juga ada hari ini,” ungkapnya.

Indah menyebutkan, ada 720 tabung di agen Semoga Anugerah Jaya, dan 1.680 tabung di agen Gunung Padai  dan Koperasi Bhakti Husada.

Indah juga mengatakan, pasokan ini akan bertambah karena beberapa kendaraan pengangkut elpiji tengah dalam perjalanan ke Berau dan diperkirakan tiba sore ini.

Indah menyarankan, agar warga membeli elpiji melon secara langsung ke pangkalan resmi, bukan ke pengecer.

Pasalnya, pihaknya tidak melakukan monitoring ke tingkat pengecer yang jumlah dan lokasinya tidak diketahui. (Tribun Kaltim/Geafry Necolsen)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved