Warisan Pengawal Soekarno di Banjarmasin

Datang dari Alam Ghaib, Golok Itu Mengeluarkan 'Raksasa', Perampok Pun Tunggang Langgang

Dijelaskan Syarifuddin, benda pusaka itu sebagian datang sendiri ke gudang pusaka dari alam gaib, sebagian dibuat sendiri

Datang dari Alam Ghaib, Golok Itu Mengeluarkan 'Raksasa', Perampok Pun Tunggang Langgang
BANJARMASINPOST.CO.ID/edi nugroho
700 lebih benda pusaka milik Syarifuddin Noor di sebuah rumah tua di kawasan Jalan Teluk Kelayan, Banjarmasin. 

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN - Almarhum H Basirudin, seorang pedagang (saudagar) yang juga pernah menjadi pengawal Presiden pertama RI Ir Soekarno, seorang tentara dan sekaligus pembuat benda pusaka pernah menceritakan banyak hal kepada ahli waris sebanyak 700 lebih benda pusaka, yakni Syarifuddin Noor.

"Abahku atau ayahku Almarhum H Basirudin, menceritakan ratusan benda-benda pusaka ini ada beberapa jenis asal muasalnya," kata ahli waris ratusan benda pusaka, Syarifuddin Noor, Minggu (28//2/18).

Dijelaskan Syarifuddin, benda pusaka itu sebagian datang sendiri ke gudang pusaka dari alam gaib, sebagian dibuat sendiri oleh Almarhum H Basiruddin sebagai dan dari sejumlah warga juga pejabat yang merasa tak kuat memelihara benda pusaka.

Baca: Sunan Kalijaga dan 5 Pusaka Peninggalannya yang Masih Terjaga Hingga Sekarang

"Dipercaya atau tidak, banyak pejabat dan warga datang ke rumah tua ini minta dirawatkan benda pusaka karena merasa tak kuat memelihara. Pejabat itu merasa tidak cocok memelihara benda pusaka dan kadang ada kejadian-kejadian kurang enak dari karena memelihara benda pusaka tersebut," kata Syarifuddin.

Menurutnya, untuk memelihara benda pusaka tak semua orang mampu. Sang ayah Almarhum H Basirudin, pernah berpetuah tak usah dipaksakan memelihara benda pusaka jika tak kuat, nanti bisa sakit.

"Wejangan abah itu saya pegang. Ada sejumlah pejabat dan warga memberikan benda pusaka ke kami untuk minta dirawatkan karena tak sanggup memeliharanya. Ini secara nalar memang tak masuk akal," kata Syarifuddin.

Dijelaskan Syariffudin, ayahnya alm H Basirudin, yang pernah menjadi pengawal Presiden RI Ir Soekarno dikepung lima tentara Jepang bersenjata senapan api. Senjata itu diarahkan ke kepala dan tubuh sang pengawal Soekarno tersebut.

Baca: Rumah Kerabat Kerajaan Terbakar, Beberapa Barang Pusaka Hangus

"Begitu ditembakkan, seketika ayah saya alm H Basirudin mencabut golok. Tiba-tiba lima senapan dari lima tentara Jepang itu macet. Tentara Jepang pun lari tunggang langgang," katanya.

Tak hanya itu, sambungnya, rumah ayahnya, alm H Basirudin pernah dikepung perampok bersenjata lengkap. Pengawal Soekarno pun keluar dan mencabut golok.

Tiba-tiba dari golok terhunus itu keluar asap putih tebal besar sekali menyerupai penampakan raksasa.

"Tak ayal lagi kawanan rampok itu melarikan diri. Ayah saya berpesan kalau perampok sudah lari jangan dikejar, " katanya.

Kekuatan mandau atau golok pusaka itu, sambung Syarifuddin, juga muncul saat ayahnya berlayar di Kalteng puluhan tahun lalu. Tiba-tiba goloknya jatuh ke sungai. Waktu itu, ayah mengiklaskannya. Beberapa minggu kemudian, golok pusaka itu larut ke sungai Martapura dan sudah menancap di kayu yang hanyut ke sungai.

"Ayah saya pun mengambil golok yang larut di depan rumah sungai Martapura tersebut," katanya.(BANJARMASINPOST.CO.ID/edi nugroho)

Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved