Breaking News:

Kalteng Kita

Kembali Marak Travel Umroh Abal-abal, Bagaimana di Kalteng?

Selama ini, banyak yang beroperasi sebagai cabang dari daerah atau provinsi lain di luar Kalteng.

Istimewa
Kabid Penyelenggara Haji dan Umroh Ubaidillah Achmad 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kasus penipuan berkedok travel umroh, kembali bikin geger. Setelah First Travel, kini muncul lagi Abu Tours.

Terkait kejadian, Kepala Kanwil Kementerian Agama Kalteng langsung mengeluarkan edaran. Isinya antara lain agar seluruh Kepala Kantor Kemenag se Kalteng mengawasi pegawainya agar tidak terlibat langsung dalam kepengurusan Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU).

"Ini juga sebagai bentuk pembinaan dan pengawasan terhadap PPIU yang ada di wilayahah masing-masing," jelas Kabid Penyelenggara Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Kalteng Ubaidillah Achmad kepada Tribunkalteng.com.

Baca: Bupati Subang Terjaring OTT KPK, Saya Kan Baru Enam Bulan Menjabat

Ditegaskan, sejauh ini belum ditemukan adanya laporan atau masuknya biro perjalanan Abu Tours di Kalteng.

Namun kejadian hampir mirip beberapa waktu sebelumnya pernah terjadi pada 95 calon jemaah umroh di Sampit Kotawaringin Timur oleh sebuah perusahaan lain.

Di Kalteng sendiri, kata Ubaidillah, hanya ada dua biro perjalan yang resmi karena dianggap memiliki persyarstan izin sebagaiman ketetapan Menteri Agama. Yakni di Palangkaraya dan di Pangkalanbun.

Selain itu ada tujuh cabang yang mendapat pengesahan Kanwil Kemenag Kalteng.

Baca: Kasihan! Ratusan Miliar Uang Ribuan Calon Jamaah Umroh Abu Tours Tak Jelas

"Kalau kejadian di Sampit, perusahaan travelnya dari Banjarmasin dan beroperasi tanpa sepengetahuan kami di Kalteng. Tapi masalah sudah difasilitasi oleh Kemenag," kata dia.

Selama ini, banyak yang beroperasi sebagai cabang dari daerah atau provinsi lain di luar Kalteng.

Padahal menurut ketentuan, operasional cabang travel umroh di tiap provinsi harus ada pengesahan dari Kanwil Kemenag setempat.

"Terkait dengan masalah ini, kami melalui jalur Kemenag sampai ke KUA melakukan sosialisasi tentsng biro perjalanan yang berizin, termasuk yang ada cabangnya. Selebihnya memantau jika ada yang beroperasi di kuar pengesahan izin yang ada. Kami mendorong para pengelola biro di cabang bisa mengurus sendiri izin in," kata Ubaidillah. (TRIBUNKALTENG.COM/mustain khaitami)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved