Kapolri Kaget Video Pidatonya Jadi Viral, Tito: Kalimat Dipotong, Pesan Jadi Tak Utuh

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyampaikan klarifikasi soal video pidatonya yang menimbulkan reaksi dari sejumlah ormas Islam.

Kapolri Kaget Video Pidatonya Jadi Viral, Tito: Kalimat Dipotong, Pesan Jadi Tak Utuh
Tribunnews.com/ Dennis Destryawan
Kapolri Jenderal Tito Karnavian Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (19/1/2018). 

Selain bertemu dengan Said Aqil beserta perwakilan dari LPOI, mantan kepala BNPT itu mengaku sudah bertemu dengan Maruf Amin.

Baca: Aneh, Makhluk Bersayap Ini Mendadak Muncul di Kawasan Puncak Ketika Gerhana Bulan Terjadi

Menurut dia, Maruf Amin sebagai saksi yang mengundang dan mendengar kata sambutan tersebut.

Dalam kesempatan itu, dia menegaskan, tidak ada niat untuk tidak membangun hubungan dengan organisasi Islam di luar NU dan Muhammadiyah.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Mochammad Iqbal mengatakan hal serupa, video pidato Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian soal ormas Islam yang viral sudah terpotong-potong.

Pidato dalam video tersebut disampaikan di Pondok Pesantren Annawawi, Serang, Banten, 8 Februari 2017. Durasi aslinya selama 26 menit.

Sementara video yang beredar hanya berdurasi sekitar 2 menit.

Baca: Istri Sah Labrak Selingkuhan Suaminya di Hotel, Videonya Viral

"Itu sudah dipotong-potong jadi kalimat tidak utuh. Bagaimana kalimat tidak utuh berarti pesan tidak utuh juga," ujar Iqbal.

Iqbal mengatakan, potongan video itu menyebabkan beberapa pihak menginterpretasikan sendiri maksudnya.

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved