Breaking News:

Kabar Kalimantan

Ada Razia Gabungan, THM Kok Mendadak Kosong?

Razia dengan target peredaran dan pengguna narkoba itu dimulai sekitar pukul 23.30 Wita, Jumat (29/12) hingga pukul 02.30 Wita

Tribun Kaltim/Christoper Desmawangga
Aparat gabungan menggelar tes urine ke sejumlah tempat hiburan malam di Samarinda, Sabtu (30/12/2017). 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMARINDA - Aparat gabungan dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Timur dan Polresta Samarinda menggelar razia gabungan ke sejumlah tempat hiburan malam (THM) di Samarinda.

Razia dengan target peredaran dan pengguna narkoba itu dimulai sekitar pukul 23.30 Wita, Jumat (29/12) hingga pukul 02.30 Wita, Sabtu (30/12) dini hari.

Kawasan THM di jalan Nakhoda jadi lokasi pertama razia, seluruh pengunjung, karyawan hingga gadis pemandu (ladies) langsung digiring ke toilet untuk menjalani tes urine.

Setelah di jalan tersebut, berlanjut ke jalan Panglima Batur, jalan Mulawarman, hingga jalan Siradj Salman.

Baca: Polisi Kaget Ada Perempuan Seksi di Kamar Khusus Tempat Karaoke, Banyak Daun Muda!

Namun, operasi gabungan diduga telah bocor, pasalnya dari beberapa tempat yang didatangi petugas, terdapat beberapa tempat yang sudah kosong, tidak ada pengunjung maupun karyawanya.

"Hal itu bisa saja terjadi, namun kita sudah upayakan agar operasi ini dapat berjalan lancar, guna meminimalisir terjadinya kebocoran," tutur Kasubag Humas Polresta Samarinda, Ipda Danovan, Sabtu (30/12/2017).

Hasilnya, dari ratusan orang yang menjani pemeriksaan urine, terdapat dua diantaranya yang urinenya diduga mengandung zat narkoba.

Bahkan, salah satu pengunjung yang urinenya positif itu masih dibawah umur, berstatus pelajar.

Baca: Horeee! Menonton Piala Dunia ke Rusia Tak Perlu Visa, Simak Caranya

"Fokusnya memang pengguna dan peredaran narkoba yang menjadi sasaran operasi malam ini, namun kalau ada benda terlarang, seperti senjata tajam, kita akan amankan," ucapnya.

Lanjut mantan Kanit Binmas Polsekta Samarinda Ilir itu menjelaskan, genjarnya operasi pemberantasan narkoba jelang pergantian tahun, memang sebagai antisipasi terjadinya pesta narkoba di malam pergantian tahun.

"Sebaiknya warga yang mau merayakan malam pergantian tahun, untuk tidak merayakanya secara berlebihan, apalagi menggelar pesta miras dan narkoba, akan kita tindak," ucapnya.

Sedangkan bagi pengunjung yang urinenya positif, langsung dibawa ke BNNP guna menjalani assessment dan mengkuti proses rehabilitasi, jika terbukti hanya sebagai pengguna.
(Tribunkaltim.co/Christoper D)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved