Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Hong Kong, Fahri Hamzah Minta Pemerintah Bereaksi

Fahri menjelaskan, konvensi internasional tentang kebebasan bertransportasi melindungi setiap manusia untuk datang ke mana saja.

Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Hong Kong, Fahri Hamzah Minta Pemerintah Bereaksi
Ustadz Abdul Somad 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta pemerintah Indonesia tidak tinggal diam atas peristiwa penolakan Ustaz Abdul Somad masuk ke wilayah Hong Kong.

Menurutnya, hal ini menimpa warga negara Indonesia, sebagai negara yang berdaulat.

"Peristiwa ini adalah peristiwa memalukan. Sebab saya ingat dulu, sebagai ketua Panja UU imigrasi DPR, memperjuangkan semua orang di dunia ini untuk boleh masuk Indonesia tanpa kecurigaan dan gangguan," kata Fahri lewat pesan singkat yang diterima, Rabu (27/12/2017).

Fahri menjelaskan, konvensi internasional tentang kebebasan bertransportasi melindungi setiap manusia untuk datang ke mana saja.

Baca: Ngakak! Sang Kakek Komentari Status Facebook Pemuda Berotak Ngeres, Jawabannya Malah Ngeles

"Apalagi memasuki Hong Kong yang sama sekali tidak memerlukan visa," katanya.

Untuk itu dia mendesak pemerintah berdaulat Negara Republik Indonesia, untuk mengutuk keras jika ada warganya ditolak dimanapun.

"Sebab itu adalah pertanda kita sebagai negara berdaulat," kata Fahri.

Dirinya menjelaskan, apa yang terjadi bukan soal Ustaz Abdul somad. Namun, soal tugas negara untuk melindungi warga negara dan seluruh tumpah darah Indonesia.

"Karena jika seorang tokoh mendapat perlakuan seperti apalagi rakyat biasa," katanya.

Fahri menambahkan, berbeda ceritanya jika ternyata pemerintah menyetujui dan telah menerima pencegahan itu sebelumnya.

"Maka pemerintah harus menjelaskan motif persetujuan itu," kata Fahri.

Menurutnya, publik perlu tahu peristiwa ini sebab ada ratusan ribu warga Indonesia di Hong Kong.

"Jangan sampai peristiwa ini hilang begitu saja seperti pertistiwa penolakan Panglima TNI di masa lalu. Pemerintah sering diam saja. Tanpa penjelasan. Padahal ini masalah penting dalam kerangka wibawa negara dan perlindungan warga negara," kata Fahri.

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved