Kajian Islam

Inilah 8 Pintu Surga dan Orang-Orang yang Akan Masuk Sesuai Amalnya

Masing-masing pintu tersebut akan dimasuki oleh orang-orang yang telah memiliki keistimewaan yang sesuai dengan amalannya.

Inilah 8 Pintu Surga dan Orang-Orang yang Akan Masuk Sesuai Amalnya
Ilustrasi 

Pintu selanjutnya adalah pintu untuk orang yang rajin sholat, orang yang memperbaiki wudhunya dan meyempurnakan rukun sholatnya.

Dari Uqbah Bin Amir, ia mendapati Rosululloh berkhutbah di hadapan orang-orang.

Yang ia dapatkan dari ucapan Rosul adalah sabda beliau:

“Tidaklah seorang Muslim berwudhu, lalu memperbagus wudhunya, lalu ia melakukan sholat dua rokaat dengan sepenuh hati dalam dua rakaat tersebut menghadapkan hati dan wajahnya, melainkan surga pasti berhak is dapatkan.” Akupun berkata: “Betapa bagusnya hal ini.” Tiba-tiba ada seseorang yang berbicara di hadapanku. la mengatakan bahwa sabda beliau yang sebelum itu lebih menarik lagi. Akupun melihatnya, ternyata ia adalah Umar. la berkata: “Sungguh, aku lihat engkau ini baru saja datang. Rosul telah bersabda: “Tidaklah salah seorang di antara kalian berwudhu, lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian ia berdoa: `asyhadu anla ilaha illalloh wa anna Muhammadan ‘abdullohu wa rosuluh’, melainkan akan dibukakan untuknya pintu surga yang delapan. la bisa masuk dari pintu manapun yang ia suka.” [HR. Muslim]

Pintu Ketiga

c

Pintu ketiga dikhususkan kepada orang-orang yang mengeluarkan zakat dengan penuh rasa ikhlas.

Baca: Jika Tidak Juga Registrasi Kartu SIM, Apa yang Terjadi Setelah 28 Februari?

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam bersabda :

“Barangsiapa yang berinfak dengan sepasang hartanya di jalan Allah maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga, ‘Hai hamba Allah, inilah kebaikan.’ Maka orang yang termasuk golongan ahli shalat maka ia akan dipanggil dari pintu shalat. Orang yang termasuk golongan ahli jihad akan dipanggil dari pintu jihad. Orang yang termasuk golongan ahli puasa akan dipanggil dari pintu Ar-Royyan. Dan orang yang termasuk golongan ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.”  [HR. Bukhari)

Al-Qadhi menukil ucapan Al-Harawi ketika menerangkan makna berinfak di jalan Allah dalam hadits ini mencakup berinfak untuk segala bentuk amal kebaikan, bukan khusus untuk jihad saja [Al-Minhaj, 4/352).

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved