Kabar Dunia

Ini Ancaman Indonesia Jika Yerusalem Diakui Menjadi Ibukota Israel

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah memanggil Duta Besar Amerika Serikat Joseph R Donovan di Jakarta,

AFP
Bendera Israel berkibar di depan Masjid Dome of the Rock di Yerusalem. Israel menetapkan bahwa Yerusalem adalah ibu kota abadi yang tak dapat ditawar lagi. Tapi Palestina justru menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara mereka di masa depan - AFP 

Baca: Bersama Wanita Cantik Bersuami, Pilot Lion Air Diamankan di Hotel karena Sabu

"Dia masih melihat fakta-fakta yang berbeda, sehingga ketika membuat keputusannya, dia melakukannya di saat yang tepat," tambahnya.

Pada Senin (4/12/2017) waktu setempat, Trump harus memutuskan apakah akan menandatangani penundaan rencana untuk memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem selama enam bulan berikutnya lagi.

Namun, menurut keterangan diplomat dan pengamat, Trump juga diperkirakan akan mengumumkan dukungan klaim Israel atas Yerusalem sebagai ibukota, pada Rabu (6/12/2017) waktu setempat.

Dikutip dari BBC Idonesia, Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan menyatakan dukungan Indonesia untuk kemerdekaan Palestina dan 'solusi dua negara'.

Solusi itu mencakup pembentukan negara merdeka Palestina —di dalam garis perbatasan sebelum Perang 1967 yang terdiri dari Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem Timur— dan Israel yang hidup damai berdampingan.

#MenluRetno sampaikan keprihatinan Indonesia terkait berita rencana pengumuman pengakuan Jerusalem sebagai Ibukota Israel.— KEMLU RI (@Portal_Kemlu_RI) 4 Desember 2017

#MenluRetno sampaikan rencana tersebut akan mengancam proses perdamaian Israel-Palestina. — KEMLU RI (@Portal_Kemlu_RI) 4 Desember 2017

Solusi dua negara itu kini terancam seiring dengan spekulasi bahwa Presiden Donald Trump mungkin akan segera mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel sebagaimana janjinya saat kampanye pemilihan presiden AS 2016 lalu, mengakibatkan kemarahan negara-negara Arab.

Menteri luar negeri Yordania memperingatkan AS akan munculnya 'konsekuensi berbahaya' jika mereka mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Menurut Menlu Ayman Safadi, ia telah mengatakan kepada Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson bahwa pernyataan semacam itu akan memicu kemarahan besar di dunia Arab dan Muslim

Dalam sebuah cuitan Twitter, Safadi mengatakan: "Berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS Tillerson mengenai konsekuensi berbahaya jika mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Keputusan semacam itu akan memicu kemarahan di dunia #Arab #Muslim, memicu ketegangan dan membahayakan usaha perdamaian."

Jared Kushner, menantu Trump, mengatakan sejauh ini tidak ada keputusan apa pun yang dibuat terkait isu ini.

Tidak ada tanggapan umum dari Departemen Luar Negeri AS.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved