Breaking News:

Info Sehat

Suami Paksa Istri Berhubungan Intim Setelah 4 Hari Melahirkan, Hal Mengerikan Terjadi

Kini wanita itu hanya terbaring saja di rumah sakit, luka dan posisi rahim belum sembuh benar, dan dokter menyarangkan bahwa ia harus istirahat

via Sriwijaya Post

Ia pun mencoba sekali lagi untuk memanggil mertuanya, tapi tak memberitahu perihal yang dilakukan suami terhadapnya.

Saat dilihat si tukang urut bagian kemaluan wanita tersebut, lalu berkata "Rahim kamu terkeluar, itu perlu dimasukkan kembali secara perlahan-lahan".

"Kalau tidak dimasukkan sekarang, nanti dia keluar lebih banyak lagi..."

"Sakitnya melahirkan saya terima, tapi sakitnya memasukkan rahim setelah berhubungan dengan suami yang tak berperikemanusiaan sangat sulit saya bayangkan, memang saya tidak sampai mati" kata wanita tersebut dalam hatinya.

Hari ke-17 setelah kejadian tersebut, lukanya masih tak kunjung sembuh, darah yang keluar setiap hari masih banyak dan berbutir-butir.

Saat kontrol anaknya di rumah sakit, wanita itu pun menceritakan semuanya kepada perawat yang ada disitu.

Mereka terkejut sebab tak pernah ada suami yang begitu kejam dengan istrinya disaat lagi berhalangan.

Dokter yang mengecek perempua itu pun melihat lukannya dan mengatakan kalau lukanya akan lambat sembuh karena terkoyak sampai ke dubur.

Darah yang keluar berbutir-butir dari kemaluan wanita itu pun dibersihkan dokter.

Pada hari ke 37 setelah melahirkan pun suaminya pernah mengajaknya juga untuk melakukan hubungan suami istri, tapi saat itu luka wanita tersebut sudah hampir sembuh, dan tidak terlalu merasakan sakit seperti sebelumnya.

Wanita itu banyak menerima penjelasan bahwa suaminya tidak memeiliki pengetahuan yang mendalam mengenai hidup berumah tangga, karena itulah ia merasa benar dan bermain kasar serta belum tahu hukum yang mana yang halal dan yang mana yang diperbolehkan serta wajib dilakukan dalam berhubungan suami istri.

Kini wanita itu hanya terbaring saja di rumah sakit, luka dan posisi rahim belum sembuh benar, dan dokter menyarangkan bahwa ia harus istirahat total di rumah sakit.

Sekarang wanita itu merasa trauma melihat suaminya, walaupun awalnya ia ingin mengingatkan suaminya agar dapat merubah sifat buruknya setelah menikah.

Karena suaminya tidak ada perubahan, ia orang yang mudah marah, kini wanita tersebut mulai takut untuk memandang suaminya, apalagi mendengar suaminya memanggil namanya.

"Sekali lagi suami saya berperilaku kejam terhadap saya dan ingin melakukah hubungan suami istri lagi, kemungkinan saya akan menentangnya dan menolaknya." ujar wanita itu kepada dokter yang bercerita dengan suara yang bergetar seolah menggambarkan keadaannya yang penuh dengan trauma dan rasa sakit yang mendalam.

Wanita itupun berpesan kepada para suami tentang bagaimana hidup berumah tangga, berikut pesannya:

Untuk para suami:

1. Melakukan hubungan seksual ketika istri sedang haid dan nifas adalah HARAP. Tidak ada maknanya berdosa jika tidak melakukan hubungan seksual pada waktu itu.

2. Tempat tinggal setelah melahirkan dan seorang pembantu atau orang yang menjaga istri biarlah diplih oleh istri, bukannya memberi dan memaksa tinggal di tempat yang dia tidak suka.

3. Selama masa pemulihan sesudah melahirkan, jangan sekali-kali menyentuh bagian intim istri yang penuh darah itu.

4. Tuga suami masa istri pemulihan usai melahirkan adalah menjaga istri, jaga anak, siapkan makanan istri, mandikan anak, dan lain-lain, bukannya bertindak ceroboh

5. Seorang istri saat masa pemulihan usai melahirkan sangat berpotensi terkena meruyan, kalau dia mendapat tekanan dari istrinya, dan jangan terkejut disebabkan anda (suami) yang kejam dengan istri.

Istri anda mampu menyakiti anak anda tampa dia sendiri menyadarinya.

6. Tolonglah...suami untuk belajar tentang hal-hal yang tidak diperbolehkan serta peranan suami kepada istri yang baru melahirkan.

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved