Gara-gara Mirip Mantan Istrinya, Pria Ini Tega Siksa Anaknya

Apa yang dialami bocah perempuan 8 tahun itu sudah memprihatinkan, dalam kejadian itu, ia disulut dengan api rokok di kaki dan

via Sriwijaya Post
Ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM - Seorang ayah berusia 31 tahun yang telah bercerai dengan istrinya 3 bulan yang lalu.
Ia masih memiliki rasa dendam kepada mantan istrinya tersebut, rasa itu ia luapkan kepada anak perempuannya yang masih berusia 8 tahun.

Apa yang dialami bocah perempuan 8 tahun itu sudah memprihatinkan, dalam kejadian itu, ia disulut dengan api rokok di kaki dan bebeapa bagian tubuh lainnya.

Tak hanya itu bocah perempuan ini juga dipukul dengan tangan di bagian kepalanya yang menyebabkan bengkak dan tangannya digores pakai pisau.

x

Korban yang dalam keadaan trauma tersebut mengalami luka-luka di bagian kaki, badan dan kepala.

Ibu korban yang bernama Nurul (27) hanya mengetahui kejadian yang menimpa anaknya itu pada siang harinya setelah menerima SMS melalui WhatsApp dari adik iparnya yang meminta dia datang segera untuk membawa korban.

Nurul berkata, dia menerima sebuah gambar yang dikirim mantan adik iparnya yang menunjukkan bahwa anak sulung dan anak keduanya berusia 6 tahun menjadi ketakutan di belakang lemari.

Khawatir dengan keselamatan anaknya, Nurul segera membuat laporan kepada kepolisian setempat dan bersama dengan anggota polisi tersebut ia pergi ke rumah mantan suaminya untuk melihat anaknya.

"Saya berhasil membawa anak saya dan mendapati dia mengalami banyak luka di bagian kaki, badan dan kepala akibat disiksa oleh mantan suami," kata Nurul.

Menurut Nurul, mantan suaminya tersebut nekat bertindak demikian karena akibat perceraian mereka tiga bulan lalu, serta wajah anak perempuannya itu mirip dengannya.

x

Diketahui Nurul dan mantan suaminya itu bercerai untuk yang ketiga kali, namun mantan suaminya tersebut masih mau rujuk kembali.

c

Dan Nurul pun enggan untuk rujuk kembali karena tidak tahan dengan sikapnya yang mudah marah dan kejam, yang telah memukulnya beberapa kali.

"Mantan suami saya itu mengambil dua anak karena belajar di sekolah yang berdekatan dengan rumahnya di Bukit Merak, Malaysia. Namun sejak anaknya tinggal dengan mantan suaminya, dia dikurung dan tidak dibolehkan sekolah," katanya.

x

Kepala Polisi daerah Kota Bharu, Asisten Komisioner Ismail Ma Sidik membenarkan kejadian tersebut dan pelaku telah ditahan.

Tes urin juga dilakukan untuk mengetahui apakah tersangka positif menggunakan narkoba atau tidak.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved