Jadi Tersangka Lagi, Setno Kembali Ajukan Praperadilan

Ketua DPR RI Setya Novanto resmi mengajukan gugatan praperadilan untuk kali kedua.

Jadi Tersangka Lagi, Setno Kembali Ajukan Praperadilan
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua DPR RI Setya Novanto menghadiri sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (6/4/2017). Setya Novanto bersama Anggota DPR RI Ade Komarudin dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbanigrum menjadi saksi dengan terdakwa Irman dan Sugiharto terkait kasus dugaan korupsi penerapan KTP elektronik. 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Ketua DPR RI Setya Novanto resmi mengajukan gugatan praperadilan untuk kali kedua. Novanto menggugat penetapan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Gugatan praperadilan didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Baca: Sore Ini Hadapi Kalteng Putra, Martapura FC Krisis Gelandang

"Ya benar. Pengajuannya Rabu 15 November 2017," ujar Kepala Hubungan Masyarakat PN Jaksel Made Sutisna, saat dihubungi, Kamis (16/11/2017).

Menurut Made, belum ada penunjukan hakim tunggal yang akan mengadili sidang praperadilan. Made mengatakan, sidang perdana praperadilan biasanya digelar satu pekan setelah gugatan didaftarkan.

Baca: #TangkapNovanto Jadi Trending Topic, Begini Cuitan Lucu Warganet

Sebelumnya, Setya Novanto kembali ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Penetapan tersangka pertama dibatalkan oleh hakim tunggal Cepi Iskandar saat Novanto mengajukan gugatan praperadilan.

Baca: Anggota Keluarga Ini Benarkan Pernikahan Sunu dengan Umi Pipik

Meski demikian, saat ini Novanto tidak diketahui keberadaannya. Novanto menghilang saat penyidik KPK berupaya menjemputnya kemarin, Rabu (15/11/2017) malam.

KPK berupaya menjemput paksa karena Novanto berulang kali mangkir dari panggilan pemeriksaan. Terakhir, Novanto mangkir dari panggilan pemeriksaannya sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP, kemarin. (*)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved