Kalteng Kita
Parah! Hutan Kritis Kalteng Ternyata Peringkat Keempat di Indonesia
Di kalangan masyarakat umum sangat penting untuk melakukan penanaman pohon, karena Kalteng masuk peringkat keempat lahan hutan kritisnya
Penulis: Fathurahman | Editor: Mustain Khaitami
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Dirjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) Kementerian Lingkungan Hidup LHK, Hilman Nugroho, saat mengikuti penanaman pohon di Kawasan green Kampus Universitas Palangkaraya, Sabtu (11/11/2017) mengatakan, tingkat kerusakan Hutan di Indonesia cukup parah.
Hilman mengatakan itu saat mengikuti penanaman pohon di kawasan green kampus Universitas Palangkaraya, yang melibatkan sebanyak 500 orang mahasiswa.
Baca: Karena Alasan Ini Nenek Nursidah Merantai Kaki Kanan Putranya
Dia mengatakan, sangat diperlukan penanaman pohon bukan hanya di Lingkungan green kampus UPR, untuk melakukan penanaman sebanyak 400 bibit tanaman per hektare.
Di kalangan masyarakat umum sangat penting untuk melakukan penanaman pohon, karena Kalteng masuk peringkat keempat lahan hutan kritisnya di Indonesia setelah Pontianak, Lampung dan NTT yang paling parah.
Total hutan kritis di Indonesia berdasarkan informasi Ilman Nugroho sampai saat ini mencapai 190 juta hektare kerusakan hutan di Indonesia.
"Ini bisa direhab dalam waktu 40 tahun, tapi dengan gencar penanaman pohon sekitar 15 tahun Kalteng sudah bisa pulih kembali. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/tribunkalteng-hilman-nugroho_20171111_144609.jpg)