Setya Novanto Kembali Jadi Tersangka e-KTP, Pemuda Golkar: Bila Perlu Jemput Paksa!

Pengumuman penetapan tersangka terhadap Setya Novanto diumumkan Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, Jumat (10/11/2017) sore.

Setya Novanto Kembali Jadi Tersangka e-KTP, Pemuda Golkar: Bila Perlu Jemput Paksa!
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Ketua DPR Setya Novanto meninggalkan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seusai diperiksa di Jakarta, Jumat (14/7/2017). Setya Novanto diperiksa sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik ( e-KTP). 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengumumkan Setya Novanto sebagai tersangka korupsi KTP elektronik.

Pengumuman penetapan tersangka terhadap Setya Novanto diumumkan Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, Jumat (10/11/2017) sore.

Koordinator Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia, memberi apresiasi atas keteguhan dan konsistensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam melakukan pemberantasan korupsi.

Hal ini terkait ditetapkannya kembali Setya Novanto sebagai tersangka.

Baca: Tewas Ditembak Suami Sendiri, Ini 6 Fakta Sosok Dokter Cantik Letty Sultri

"Walaupun kita semua tahu, khusus dalam mengungkap keteribatan Novanto, KPK menghadapi jalan berliku dan tantangan yang luar biasa besar," kata Doli lewat pesan singkat kepada wartawan, Jumat (10/11/2017).

Menurutnya, KPK secara bertubi-tubi mendapatkan tekanan, hambatan, bahkan pukulan, bukan saja dari Novanto secara langsung, tetapi juga dengan menggunakanlembaga-lembaga negara seperti DPR, pengadilan, kepolisian, dan bisa jadi yang lain.

"Pejabat tinggi negara pun ada yang terindikasi kuat melindungi Novanto," kata Doli.

Dirinya berharap, dengan ditetapkannya kembali Novanto sebagai tersangka, KPK tetap bisa lebih solid, konsisten, jujur, cerdas, cerdik, tegas, dan tak mudah 'masuk angin'.

"Jangan lagi mau diakal-akali dengan berbagai alasan untuk mangkir yang bisa menghambat kelancaran proses penegakan hukum. Dengan pengalaman sebelumnya kemarin, KPK harus segera bisa menangkap Novanto. Bila perlu jemput paksa," katanya. (*)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved