Jalan Buruk, Para Pelajar Ini Terancam Dikeluarkan Dari Sekolah

Sebab pihak sekolah menilai anak-anak yang terlambat melanggar aturan soal kehadiran yang menyangkut kenaikan kelas.

Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat
Kondisi jalan desa di Kecamatan Sikijang Kabupaten Kuansing Provinsi Riau yang dilalui siswa menuju ke sekolah. Akibat buruknya akses jalan menjadikan anak-anak terlambat dan terancam tidak bisa melanjutkan pendidikannya. Pihak sekolah meminta anak yang sering terlambat untuk pindah sekolah. 

TRIBUNKALTENG.COM, PEKANBARU - Kasihan, beberapa siswa dari SMP Negeri I Kuantan Hilir Kabupaten Kuansing Provinsi Riau ini terancam tidak bisa melanjutkan pendidikannya.

Meski para siswa sudah berjuang berjibaku melewati jalan Desa Kecamatan Sikijang namun keterlambatan mereka menjadikan pihak sekolah melakukan evaluasi karena keterlambatan tersebut.

Baca: Kok Polisi Cuma Tahan Dua dari Tiga Tersangka Penipuan Arisan Online

Alhasil para wali siswa pun berpikir untuk mencarikan sekolah baru bagi anak-anak mereka.

Sebab pihak sekolah menilai anak-anak yang terlambat melanggar aturan soal kehadiran yang menyangkut kenaikan kelas.

Padahal kenyataan yang dihadapi anak-anak tersebut adalah akses jalan yang buruk.

Dan itu semakin parah ketika kondisi hujan.

X
Kondisi jalan desa di Kecamatan Sikijang Kabupaten Kuansing Provinsi Riau yang dilalui siswa menuju ke sekolah. Akibat buruknya akses jalan menjadikan anak-anak terlambat dan terancam tidak bisa melanjutkan pendidikannya. Pihak sekolah meminta anak yang sering terlambat untuk pindah sekolah.

"Pihak sekolah harusnya melihat fakta yang dihadapi anak-anak hingga menjadikan mereka terlambat sampai ke sekolah. Akses jalan yang buruk apalagi saat kondisi hujan. Jadi jangan mengambil keputusan memindahkan anak dengan alasan sering terlambat," ungkap salah seorang wali siswa, Sabirin, Selasa (7/11/2017).

Baca: Ini Dia Tiga Pengelola Arisan Online Kalteng yang Jadi Tersangka

Informasi dari Sabirin, pihak sekolah mengimpulkan anak-anak yang sering terlambat kemudian meminta mereka pindah sekolah.

Karena lokasi sekolah yang berjarak kecamatan, pihak sekolah kemudian meminta anak-anak mencari sekolah yang terdekat.

Kondisi tersebut menjadikan anak-anak diliputi kekhawatiran sampai tidak mau lagi datang ke sekolah.

"Kami meminta pihak sekolah untuk lebih dewasa menyikapi permasalahan keterlambatan anak-anak. Fakta yang harusnya menjadi penilaian kenapa anak-anak selalu terlambat. Lihatlah aksea jalan yang mereka lewati. Bukan tidak mudah. Anak-anak butuh perjuangan," terang Sabirin.

Baca: Wow! Sriwijaya Air Diskon Harga Tiket untuk Sejumlah Jurusan Ini

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved