5 Fakta Mengejutkan Seputar Kematian Ketua DPRD yang Ditusuk Istrinya Sendiri

Sebelum kejadian naas itu, pasangan suami istri yang belum lama tiba dari ibadah haji sempat cekcok.

KOMPAS.com/KIKI ANDI PATI
Suasana duka di RSUD Kolaka. Ketua DPRD Kolaka Utara Musakir Sarira dinyatakan meninggal setelah sempat dirawat karena luka tusuk di perutnya. (KOMPAS.com/KIKI ANDI PATI) 

TRIBUNKALTENG.COM - Polres Kolaka Utara telah menetapkan satu orang tersangka berinisial AE dalam kasus pembunuhan ketua DPRD Kolaka Utara, Musakkir Sarira.

Kapolres Kolaka Utara AKBP Bambang Satriawan mengatakan, pelaku sudah ditahan setelah akhirnya mengakui perbuatannya.

Baca: Sadis! Ketua DPRD Tewas dengan Perut Robek dan Ujung Pisau Tembus ke Hati

AE (27) yang tak lain adalah istri sah korban tega menikam suaminya dengan pisau karena dipicu rasa cemburu.

Sebelum kejadian naas itu, pasangan suami istri yang belum lama tiba dari ibadah haji sempat cekcok.

Sekretaris DPD I PDI-P Sultra, Litanto mengaku mendapat keterangan dari keluarga jika korban dan istrinya sering cekcok.

"Memang suka cemburu buta istrinya. Almarhum terima telpon selalu dicurigai dengan perempuan lain. Peristiwa ini sangat saya sesalkan," tuturnya dihubungi via telpon, seperti dikutip Grid.ID dari Kompas.com, Kamis (19/10/2017).

Baca: Istri Ketua DPRD Sempat Minta Cerai, Ini Diduga yang Jadi Penyebabnya

Bahkan sebelum berangkat haji, lanjut Litanto, istrinya sempat meminta cerai. Namun almarhum tidak mau karena memikirkan anaknya. Ia menyesalkan kenapa istri korban harus melakukan penganiayaan hingga mengakibatkan Ketua DPD II PDI-P meregang nyawa.

"Yang jelas, kami PDI-P Sultra sangat kehilangan kader terbaik. Saya sama-sama almarhum sudah 30 tahun berkarir di PDI-P dari bawah, jadi jelas saya sangat kehilangan sahabat yang penuh dedikasi," ungkapnya.

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved