Kalteng Kita

Swasta Bangun PLTU di Kalteng, 2 Tahun Ditarget Rampung

Pembangunan PLTU itu sendiri merupakan bagian dari megaproyek penyediaan 35 ribu MW yang dicanangkan pemerintah

Swasta Bangun PLTU di Kalteng, 2 Tahun Ditarget Rampung
net
Ilustrasi

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Keterbatasan energi listrik di Kalimantan Tengah, menjadi potensi bisnis bagi kalangan swasta untuk mengembangkan investasi di provinsi ini.

Terbukti, sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2x100 MW, mulai dibangun di Desa Tumbang Kajuei, Kecamatan Rungan, Kabupaten Gunungmas.

Baca: Ke Indonesia, Marc Marquez Ternyata Memilih Nongkrong di Motor Antik Legendanya Negeri Ini

Pembangkit yang dibangun di areal seluas 20 hektare ini dikembangkan oleh PT SKS Listrik Kalimantan (SKL), sebuah anak perusahaan tidak langsung dari PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA). Perusahaan ini merupakan salah satu naungan Sinarmas yang fokus pada bisnis energi dan infrastruktur.

"Saat ini pembangunan proyek PLTU dalam tahap pekerjaan sipil berupa pembuatan fondasi boiler, turbin dan lainnya. Dalam waktu  dekat, pekerjaan mekanikal akan segera dibangun," ujar Presiden Direktur SLK Lokita Prasetya.

Baca: Daftar 27 Parpol sebagai Calon Peserta Pemilu 2019, 4 Batal Mendaftar

Dalam konsepnya, PLTU di Desa Tumbang Kajuei menerapkan sistem IPP (Independent Power Producer), yakni perusahaan produsen listrik swasta yang dibentuk oleh konsosium melakukan perjanjian PPA dengan PLN untuk digunakan bagi kebutuhan listrik masyarakat dalam arti luas.

Pembangunan PLTU itu sendiri merupakan bagian dari megaproyek penyediaan 35 ribu MW yang dicanangkan pemerintah dalam rangka meningkatkan rasio elektrifikasi di Indonesia.

Baca: Legenda Persela Lamongan Choirul Huda Meninggal Dunia, Kejadian Fatal Ini Pemicunya

Berdasarkan target, PLTU ini telah rampung 2019. Itu berarti, dalam waktu dua tahun yang akan datang Kalteng kembali mendapat tambahan energi listrik untuk dikembangkan.

Kajuei dipilih sebagai lokasi untuk mendekatkan PLTU dengan mulut tambang yang jaraknya hanya sekitar 6 kilometer. (TRIBUNKALTENG.COM/mustain khaitami)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved