Kalteng Kita

Ratusan Tenaga Kerja Asing Garap Proyek PLTU Kajuei, Begini Penjelasan PT SKS

Bahkan keberadaan pekerja asing ini sempat menjadi perhatian Bupati Gunungmas Arton S Dohong pada saat melakukan kunjungan ke lokasi.

Ratusan Tenaga Kerja Asing Garap Proyek PLTU Kajuei, Begini Penjelasan PT SKS
Istimewa via kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Proyek PLTU Kajuei yang kini digarap PT SKS Listrik Kalimantan (SLK), ternyata banyak dilakukan oleh pekerja asing.

Bahkan keberadaan pekerja asing ini sempat menjadi perhatian Bupati Gunungmas Arton S Dohong pada saat melakukan kunjungan ke lokasi.

"Keberadaan warga asing harus didata. Bukannya antipendatang, tapi saya juga tidak mau kalau ada orang yang datang tapi kemudian jadi masalah di tempat kita," ujar Arton.

Baca: Swasta Bangun PLTU di Kalteng, 2 Tahun Ditarget Rampung

Presiden Direktur PT SLK Lukita Prasetya, menyatakan keberadaan pekerja asing yang berasal dari China pada dasarnya bersifat sementara.

Itu disebabkan, tenaga kerja asing yang melakukan pekerjaan proyek PLTU berkapasitas 2x100 MW di Desa Tumbang Kajuei Kabupaten Gunungmas, diperlukan keahliannya untuk tugas supervisi, pengecekan serta pekerjaan teknis.

Dalam proyek tersebut, PT SLK sendiri menggandeng Dongfang Electrik Corporation Ltd dan Hubei Second electric Power Contruction Engineering Company yang berbasis di China untuk pekerjaan konstruksi mesin dan teknis lainnya.

"Keberadaan mereka di sana hanya sementara. Nanti setelah pekerjaan akan selesai, secara bertahap dilakukan pelatihan bagi tenaga kerja lokal sehingga memiliki keahlian sendiri dalam mengoperasikannya. Ini yang namanya alihteknologi," kata Lukita.

Di lokasi pembangunan PLTU, jelas dia, saat ini setidaknya ada 100 tenaga kerja asing. Namun jumlah pekerja lokal masih mendominasi yakni sektiar 400-an orang. (TRIBUNKALTENG.COM/mustain khaitami)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved