Kabar Palangkaraya
Puteranya Dapat Dana Bantuan Siswa Miskin, Imberani Berencana Beli Ini
Orangtua mana yang tak bangga, jika anaknya memiliki prestasi di sekolah. Apalagi di tengah himpitan ekonomi dan keterbatasan
Penulis: Mustain Khaitami | Editor: Mustain Khaitami
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Senyum merekah terbekas di kerutan wajah Imberani. Mata pria berusia 67 tahun ini juga tampak berbinar.
Kebahagiaan dan kebanggaan dari seorang ayah begitu kentara, ketika Imberani menerima Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang diperuntukkan bagi puteranya.
Orangtua mana yang tak bangga, jika anaknya memiliki prestasi di sekolah. Apalagi di tengah himpitan ekonomi dan keterbatasan kemampuan karena usia memang tak lagi muda.
"Dengan kondisi sekarang ini, apalah kemampuan saya yang hanya sebagai tukang potong kayu tradisional di daerah Pontona. Apalagi usia saya sudah menginjak 67 tahun, tentu hasil yang saya dapatkan tidak seberapa," kata Imberani.
Ketika itu, Imberani mendapat kesempatan untuk menerima buku rekening BSM dari MAN Palangkaraya.
Bantuan itu diberikan bagi siswa kurang mampu namun memiliki prestasi di sekolah.
Ketika menerima buku rekening penerima BSM, Imberani selaku orangtua siswa kelas XI merasa bersyukur dan berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak madrasah yang sudah memberikan bantuan kepada anaknya.
Dia menyatakan, dana akan digunakannya untuk membeli berbagai keperluan sekolah anaknya.
Kepala MAN Palangkaraya Idayani, menyebut BSM yang diberikan pada dasarnya berasal dari anggaran negara yang dikelola madrasah.
"Satu sisi kami harus cermat dalam menggunakan anggaran negara. Kalau tidak, kami dianggap tidak mampu menyerap dengan baik anggaran pemerintah dan dianggap kinerja kami kurang baik" jelas Idayani.
Oleh sebab itu dia berharap, penerima dana BSM adalah orang yang tepat. Artinya siswa yang benar-benar membutuhkan bantuan tersebut dan mempunyai prestasi yang baik di madrasah.
Ia berpesan kepada orang tua siswa agar dana yang diterima nanti bisa bermanfaat dan benar-benar digunakan untuk keperluan sekolah anak, seperti membeli buku, tas, sepatu dan lain-lain.
Wakamad Humas MAN Palangkaraya Asran Dirun, menyebut penerima BSM sudah dilakukan verifikasi data, baik dari penghasilan orang tua, siswa, pekerjaan orang tua, jumlah tanggungan, tempat tinggal dan prestasi siswa.
Diakui, masih ada lagi siswa yang layak mendapatkan dana tersebut.
"Tapi karena keterbatasan kouta yang diberikan oleh pemerintah, sehingga jatah untuk MAN Palangkaraya hanya diberikan kepada 10 orang siswa saja," kata dia. (TRIBUNKALTENG.COM/mustain khaitami)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/tribunkalteng-man-palangkaraya_20171017_093951.jpg)