Kabar Dunia

Pangeran Charles dan Istrinya Batal ke Myanmar karena Krisis Rohingya Belum Teratasi

Sempat muncul spekulasi, Pangeran Charles akan tetap ke Myanmar meski ada gejolak di beberapa kawasan di negara tersebut

Carl Court/POOL/AFP
Ratu Elizabeth II didampingi putranya Pangeran Charles saat memberikan pidato kenegaraan di gedung parlemen Inggris di London, Rabu (21/6/2017). 

TRIBUNKALTENG.COM, LONDON - Pangeran Charles dan istrinya, Duchess of Cornwall dari Inggris membatalkan kunjungan ke Myanmar di tengah tuduhan bahwa pemerintah dan militer Myanmar melakukan “pembersihan etnis” terhadap warga minoritas Muslim Rohingya.

Ahli waris kerajaan Inggris ini akan melawat 11 hari ke Asia mulai akhir Oktober dan keterangan resmi yang dikeluarkan menyebutkan bahwa ia dan istrinya akan mengunjungi Singapura, Malaysia, dan India.

Baca: Gelar Miss Myanmar Dicopot dan Harus Kembalikan Mahkota Gara-gara Videonya Soal Rohingya

Media di Inggris memberitakan, Myanmar dicoret dari daftar negara yang dikunjungi “meski sebelumnya sudah ada pembicaraan soal rencana lawatan ke negara tersebut”.

Sempat muncul spekulasi, Pangeran Charles akan tetap ke Myanmar meski ada gejolak di beberapa kawasan di negara tersebut tapi saat diumumkan secara resmi, Myanmar tidak ada dalam daftar.

Baca: VIDEO: Didampingi Ibunya Ucap Syahadat, Bocah 8 Tahun Masuk Islam, Bacaan Fatihah Bikin Merinding

"Ketika membahas persiapan lawatan, kami melihat beberapa pilihan dan akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi Singapura dan Malaysia," kata Philip Malone, direktur bagian Asia Tenggara di Kementerian Luar Negeri Inggris.

Malone menambahkan persiapan lawatan Asia dilakukan selama beberapa bulan.

"Kami berkoordinasi dengan sekretaris pribadi Pangeran Charles untuk menentukan negara-negara mana saja yang akan dikunjungi," katanya.

Bertemu Suu Kyi pada 2016

Pangeran Charles dan istrtinya, Camilla, menemui pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, di kediaman resmi mereka di London, Clarence House, Mei 2016, sebelum terjadi krisis Rohingya diRakhine.

Baca: VIDEO: Begini Orang Korea saat Pertama Kali Makan Durian, Ekspresinya Bikin Ngakak!

Suu Kyi dikecam oleh masyarakat internasional karena dianggap “tak berbuat banyak mengatasi krisis kemanusiaan di Rakhine” yang menyebabkan lebih dari 500.000 warga Rohingya menyelamatkan diri ke negara tetangga Banglades.

Universitas Oxford menurunkan foto Aung San Suu Kyi di St Hugh's College dan menggantinya dengan lukisan Jepang.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved