Peluang Usaha

Ketika Semak Belukar Disulap Jadi Sapu, Keuntungannya Menggiurkan!

Tak hanya membantu untuk lahan menanam gelagah, di depan warga Asip juga berjanji akan memudahkan perajin terkait permodalan.

Ketika Semak Belukar Disulap Jadi Sapu, Keuntungannya Menggiurkan!
Tribun Jateng/M Radlis
Warga merajut sapu dari tanaman semak belukar gelagah. 

TRIBUNKALTENG.COM, PEKALONGAN - Bupati Pekalongan, Asif Kholbihi mendatangi sentra pembuatan Sapu Gelagah di Desa Botosari, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan.

Asip bahkan menginap di rumah warga dan berdialog dengan warga pengrajin sapu gelagah, Rabu (27/8/2017).

Seorang perajin bernama Fadoli, mengatakan, usaha sapu gelagah ini merupakan turunan nenek moyang. Sejak dulu, warga Desa Botosari mayoritas berprofesi sebagai pembuat sapu gelagah.

"Ini turunan dari nenek moyang," kata Fadoli yang mengaku hanya membutuhkan waktu sejam menyelesaikan satu sapu gelagah.

X
Warga merajut sapu dari tanaman semak belukar gelagah. (Tribun Jateng/M radlis)

Sapu gelagah buatan warga Botosari ini rupanya telah dijual hingga ke luar kota seperti Kudus, Solo hingga luar Jawa Tengah.

Perajin lain, Kasir, mengaku sapu gelagah inilah yang menjadi mata pencarian utama warga.

Kasir bahkan bisa mengantongi keuntungan bersih Rp 5 juta setiap bulannya dari penjualan sapu itu.

"Alhamdulillah bersih bisa dapat Rp 5 juta sebulan. Bisa sekolahkan anak dan penuhi kebutuhan keluarga," kata Kasir.

Untuk satu sapu gelagah dijual bervariasi sesuai motif, tingkat kesulitan dan kualitas gelagah.
"Dari Rp 5 ribu sampai Rp 15 ribu per sapu," katanya.

Kepala Desa Botosari, Abu Tal'ah, mengatakan, dari total 2.400 warganya, 70 persen diantaranya merupakan perajin sapu gelagah.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved