Kalteng Kita

Gerimis, Penonton G30S/PKI Pilih Bertahan, ''Para Jenderal Saja Dihujani Peluru''

Beralas terpal dan hanya beratap langit, ribuan warga yang sejak sekitar pukul 19.30 WIB telah memadati lapangan sepakbola di Jalan Pepaya Kota Palang

Gerimis, Penonton G30S/PKI Pilih Bertahan, ''Para Jenderal Saja Dihujani Peluru''
tribunkalteng.com/khaitami
Suasana nonton bareng film Penumpasan Gerakan 30 September (G30S/PKI) di kawasan Zibang Palangkaraya, Jumat (22/9/2017) malam. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Antusiasme penonton film Pengkhianatan G30S/PKI yang diputar di Kompleks Zibang Palangkaraya pada Jumat (22/9/2017) malam, benar-benar membanggakan.

Betapa tidak, animo mereka yang kebanyakan berasal dari kalangan remaja dan anak-anak, seperti tak surut untuk menonton meski dalam keadaan cuaca gerimis.

Beralas terpal dan hanya beratap langit, ribuan warga yang sejak sekitar pukul 19.30 WIB telah memadati lapangan sepakbola di Jalan Pepaya Kota Palangkaraya itu bergeming.

"Jangan kalah dengan gerimis. Lihat para jenderal kita yang dihujani dengan peluru, mereka harus mati. Insya Allah, gerimis akan segera berlalu," ujar seseorang melalui pengeras suara.

Seperti dikomando, warga yang mendengar pernyataan itu langsung berucap 'Amin' yang mengandung arti harapan gerimis segera berakhir sehingga mereka dapat menyaksikan film kontroversial itu sampai akhir.

Bahkan warga lain yang sebelumnya telah mendapat informasi pemutaran film G30S/PKI yang disampaikan melalui pesan broadcast melalui media sosial, terus berdatangan.

Ada dua versi film yang diputar pada kesempatan itu. Yang pertama, berupa film yang telah menjalani sejumlah pemotongan atas adegan-adegan yang dianggap sadis.

Sedangkan yang kedua merupakan film berdurasi penuh yang harus mereka saksikan selama lebih kurang 3 jam.

Bagi banyak kalangan pemuda, film yang diproduksi pada 1984 itu menimbulkan rasa penasaran yang cukup besar. Itu karena mereka mengaku tidak pernah menontonnya lagi di televisi.

Apalagi belakangan, munculnya kontroversi atas film tersebut sehingga membuat mereka semakin penasaran.

"Terlepas film ni kontroversi, yang jelas ingat Jas Merah, jangan lupakan sejarah," pesan Komandan Detasemen Perbekalan dan Angkutan (Dandenbekang) saat menyampaikan sambutan sebelum film diputar. (TRIBUNKALTENG.COM/mustain khaitami)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved