Breaking News:

Beredar Kabar Permen Susu Mengandung PCC, Begini Faktanya!

Chat dan beberapa gambar permen susu dengan bentuk binatang beberapa hari terakhir beredar di jejaring media sosial.

Net/Kolase Sripo
Tersebar foto dan broadcast mengatakan permen susu ini mengandung PCC 

TRIBUNKALTENG.COM - Buntut dari hebohnya pelajar yang keracunan dan tegang-tegang akibat mengkonsumsi paracetamol caffein carisoprodol (PCC), menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. 

Apalagi hari ini, beredar broadcast yang mengatakan telah beredar permen susu yang mengandung PCC

Berikut isi broadcastnya. 

Mohon perhatian utk stakeholder terkait, teriinformasi bhw tlh beredar permen Susu mengandung pcc Dan sudah beredar di ambarawa sasarannya adl. sekolah2 Dan di jual Rp. 2.000 dapet 1 renteng.
Mhn di share di group2 yg ada. utk kewaspadaan dan proteksi thd anak2 generasi. bg. sekolah2.

x
KOMPAS.com/Iqbal Fahmi
Polisi menunjukkan barang bukti pil PCC pasca penggerebekan pabrik pencetakan di jalan raya Baturraden nomor 182-184, RT 2 RW 1 Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Purwokerto Utara, Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (19/9/2017) ()

Menanggapi isi broadcast tersebut, dilansir dari Kompas.com Kepala Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Sulistiandriatmoko mengatakan, informasi yang beredar di masyarakat mengenai permen susu mengandungPCC adalah informasi palsu atau Hoaks.

Chat dan beberapa gambar permen susu dengan bentuk binatang beberapa hari terakhir beredar di jejaring media sosial.

Disebutkan bahwa permen susu tersebut mengadung PCC yang menyebar di kalangan murid sekolah dasar.

"Telah beredar luas di media sosial tentang peredaran narkoba dengan sasaran anak-anak dalam bentuk permen susu di wilayah Ambarawa. Perlu diketahui, informasi itu Hoaks atau berita bohong," kata Sulis saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (23/9/2017).

X
PCC (Net/Kolase Sripo)

Menurut Sulis, pihak terkait seperti Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan sudah mengecek seluruh sekolah dan pasar di sana.

Dari hasil pengecekan, tidak didapati sama sekali permen susu yang dimaksud mengandung PCC.

Pengecekan turut menyasar hingga tingkat kecamatan dan di tiap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang ada di sana, dan dipastikan tidak ada permen seperti itu.

Meski demikian, Sulis tetap meminta peran aktif masyarakat untuk waspada terhadap apa yang akan dikonsumsi oleh anak-anak.

Dia juga mengimbau agar masyarakat dapat segera melapor ke aparat yang berwenang bila menemukan hal-hal atau berbagai bentuk pangan yang dinilai mencurigakan. (*)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved