Kabar Kalimantan

Divonis Mati Gegara Selundupkan Sabu ke Kalbar, Warga Negara Malaysia Ini Menangis

Selama persidangan terdakwa hanya didampingi penerjemah, tanpa disaksikan langsung keluarga maupun kuasa hukumnya.

Divonis Mati Gegara  Selundupkan Sabu ke Kalbar, Warga Negara Malaysia Ini Menangis
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / SAHIRUL HAKIM
Terdakwa Chong Chee Kok saat digiring oleh petugas, usai mendengar putusan hukum di PN Kapuas Hulu. Dimana dirinya dihukum mati oleh Majelis Hakim, Kamis (24/8/2017) 

Terlihat terdakwa tak bisa menahan kesedihannya, sehingga mencucurkan air matanya sambil menunduk di hadapan mejalis hakim.

Ia tidak sependapat dengan putusan atau vonis hukuman mati dari majelis hakim.

"Terdakwa selanjutnya akan melakukan banding," kata Saputro.

Menurut Saputro, vonis mati sudah berdasarkan fakta di lapangan.

Terkait masalah banding akan dilimpahkan ke Pengadilan Tinggi Pontianak.

"Terdakwa masih ditahan di Rutan, karena belum ada hukuman tetap. Terdakwa melakukan banding," katanya.

Sejumlah pihak mengapresiasi keputusan hakim tersebut. Mereka menilai terdakwa layak divonis mati.

"Kita dukung putusan dari majelis hakim, karena itu menunjukkan bahwa hukum sudah berjalan baik. Serta memberikan efek jera kepada pelaku lainnya, kalau negara kita sangat serius memberantas narkoba," kata Penasehat Pemuda Anti Narkoba (PANA) Kapuas Hulu, Fabius Kasim.

Dari pihak jaksa, Kasi Pidum Kejari Kapuas Hulu, Mugiono mengatakan, pihaknya mernghormati vonis majelis hakim.

"Kalau banding, kita akan berkoordinasi dengan pimpinan. Jadi menunggu bagaimana petunjuk pimpinan," kata Mugiono.

Mugiono menjelaskan, tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah sesuai dengan putusan hakim. 

Bukti hasil putusan adalah sama, yaitu menyatukan hukuman mati terhadap terdakwa.
"Jadi semuanya sudah sesuai fakta di lapangan," kata Mugiono.

Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved