Kajian Islam

Bolehkah Akikah dan Kurban Digabung? Begini Penjelasannya

Dikatakan Kakanwil, waktu paling afdol untuk akikah adalah hari ke-7 setelah kelahiran. Namun jika belum bisa, boleh dilaksanakan pada hari ke-14 atau

Bolehkah Akikah dan Kurban Digabung? Begini Penjelasannya
kemenag kalteng
Acara tasmiyah atau pemberian nama kepada bayi yang baru dilahirkan. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Akikah dan kurban adalah dua ibadah yang sama-sama menyembelih hewan. Kedua ibadah ini hukumnya sunah mu’akkadah atau sunah yang sangat dianjurkan.

Lalu, bolehkah niat berkurban sekaligus akikah dengan memotong hewan kurban yang sama?

Mengutip kitab Bughyatul Mustarsyidin karya Sayyid Abdurrohman bin Muhammad Al-Masyhur, Kepala Kanwil Kemenag Kalteng H Abdul Halim H Ahmad memberikan jawabannya.

Alumni Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, ini menyatakan hal itu diperbolehkan.

“Sesuai kitab itu, dibolehkan seseorang menyembelih kambing dengan niat berkurban sekaligus akikah. Walapun kambing yang disembelih hewan yang sama” ucap Kakanwil saat menyampaikan tausiah di acara akikah putra ketiga Kepala Subbag Perencanaan dan Keuangan, Hasan Basri, Rabu (23/8/2017) pagi.

Dikatakan Kakanwil, waktu paling afdol untuk akikah adalah hari ke-7 setelah kelahiran. Namun jika belum bisa, boleh dilaksanakan pada hari ke-14 atau ke-21.

“Kalaupun juga belum mampu, akikah bisa dilaksanakan kapanpun sebelum kita meninggal dunia,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Kakanwil juga menjelaskan seseorang yang memiliki kesanggupan untuk akikah namun belum melaksanakannya, maka sah hukumnya jika ingin berkurban saat hari raya Idul Adha.

Namun, lanjut dia, diutamakan untuk lebih dahulu melaksanakan akikah karena sesuai hadis Rasulullah, "Setiap bayi itu tergadai dengan aqiqahnya, sehingga dianjurkan menyembelih hewan, mencukur rambut dan memberi nama pada hari ke-7 kelahiran."

“Memang ada beberapa pendapat ulama, ada yang membolehkan dan ada yang tidak. Silakan laksanakan sesuai keyakinan dan jangan saling menyalahkan. Ingat perbedaan itu rahmat,” pesan Kakanwil.

Pada kesempatan itu Kakanwil juga mengupas makna memotong rambut bayi serta tradisi menyediakan hidangan yang manis-manis pada acara akikah.

Dia juga mengingatkan semua orang tua untuk memberikan nama terbaik bagi putra-putrinya, karena nama adalah bagian dari doa. (Kemenag Kalteng)

Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved