Breaking News:

Tolak First Travel Dinyatakan Pailit, Calon Jamaah Tetap Tuntut Ini

Riesqi mengatakan, sebelum putusan PKPU keluar, korban First Travel minta dipertemukan dengan pihak manajemen, Kementerian Agama, Otoritas Jasa Keuang

Tribunnews.com/ Fahdi Fahlevi
Ratusan jemaah yang menjadi korban penipuan penyedia jasa umrah First Travel mendatangi Crisis Center, di Gedung Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (16/8/2017). 

TRIBUNKALTENG.COM - Kuasa hukum korban dugaan penipuan agen perjalanan First Travel, Riesqi Rahmadiansyah, berharap permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dikabulkan.

Dengan demikian, para korban penipuan itu berharap First Travel tidak diputus pailit.

"Dipailitkan, itu yang kami tolak kan?" kata Riesqi, kepada ratusan korban First Travel yang beraudiensi dengan Fraksi PPP DPR RI hari ini Jumat (18/8/2017).

"Ya..," jawab para korban penipuan, kompak.

"Kita semua mau berangkat kan?" ucap Riesqi lagi.

Pertanyaan itu pun diamini para korban.

Riesqi menyebut, permohonan PKPU sudah dilayangkan pada 3 Agustus 2017.

Sesuai ketentuannya, putusan pengadilan harus keluar dalam 90 hari.

Riesqi mengatakan, sebelum putusan PKPU keluar, korban First Travel minta dipertemukan dengan pihak manajemen, Kementerian Agama, Otoritas Jasa Keuangan, serta Bareskrim Polri.

"Kalau bisa sebelum putusan bisa dipertemukan."

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved