Berita Kaltim

Ini Kata Pangdam Terkait Oknum TNI Diduga Terlibat Curas di Balikpapan

Pihaknya telah mengisntruksikan Pomdam dan Komandan Satuan oknum yang bersangkutan mengusut tuntas kasus yang mencederai nama TNI tersebut.

Editor: Elpianur Achmad
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Pangdam VI Mulawarman Mayor Jenderal TNI Sonhadji saat diwawancarai awak media, Selasa (18/7/2017). 

TRIBUNKALTENG.COM, BALIKPAPAN - Panglima Kodam VI Mulawarman TNI Sonhadji'>Mayjen TNI Sonhadji angkat bicara soal oknum TNI yang diduga melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan, Minggu (16/7/2017) lalu.

"Itu sudah saya perintahkan ke Danpomdam, usut, dan hukum seberatnya. Saya tak mau lindungi orang seperti itu, tak ada toleransi," kata Jenderal Bintang 2 tersebut, Selasa (18/7/2017).

Pihaknya telah mengisntruksikan Pomdam dan Komandan Satuan oknum yang bersangkutan mengusut tuntas kasus yang mencederai nama TNI tersebut.

"Itu sudah kejahatan, tak boleh dilindungi. Ancaman pemecatan pasti. Kita akan backup prajurit yang berprestasi," tegasnya.

Bertepatan dengan HUT ke-59 Kodam VI Mulawarman, pihaknya melakukan evaluasi internal terkait kinerja prajuritnya dalam kurun waktu setahun.

Banyak perubahan mengarah ke lebih baik, namun dengan berani Sonhadji juga tak menampik masih banyaknya pelanggaran yang terjadi.

"Kita ingin zero, pelanggaran tak ada. Tapi ternyata masih ada pelanggaran. Itu yang kita evaluasi, selalu saya katakan pada mereka bahwa keberadaan kita tak bisa disembunyikan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Sonhadji tak pernah bosan mengingatkan prajuritnya tentang bagaimana prajurit bersikap, reward dan punishment. Pelanggaran dan prestasi tak bisa dihitung secara matematis di TNI.

"Artinya kalau dia (prajurit) punya 5 prestasi , lalu 1 pelanggaran, dianggap masih punya prestasi 4, itu gak bisa. Sekali melanggar, ya, hangus semua prestasi," jelasnya.

Jenis pelanggaran yang sering dijumpai di antaranya, disersi lari dari tugas tanpa keterangan, narkoba, pelanggaran disiplin dan kode etik, serta bentuk pidana juga termasuk.

"Kasus narkoba usulan dipecat, tapi tetap lewati proses sidang. Sekarang ini mereka mulai tahu hukum, kadang bisa sampai kasasi mereka tempuh. Tapi kebanyakan pada akhirnya dipecat," terangnya.

Pemberitaan sebelumnya, seorang pemuda Balikpapan harus merelakan motornya dibawa lari oleh maling.

Minggu (16/7/2017) sekitar 02.00 Wita, seorang perempuan berteriak minta tolong di depan salah satu warung di kawasan Gunung Guntur lantaran telepon genggamnya dirampas maling.

Mendengar teriakan tersebut warga sekitar termasuk Deri pun langsung mengejar pelaku yang kabur mengendarai motor.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved