Kabar Kalimantan

Protes Sistem Zonasi, Anggita Telepon Menteri Pendidikan di Tengah Aksi

Diapun menjelaskan, hampir 200 orang lulusan SMP sepertinya gagal diterima di SMA negeri di Pulau Nunukan, karena berbagai persoalan.

Protes Sistem Zonasi, Anggita Telepon Menteri Pendidikan di Tengah Aksi
tribunkaltim.co/niko ruru
Anggita saat berorasi di Tugu Dwi Kora, Kecamatan Nunukan, Rabu (5/7/2017). 

Saya sudah berdomisili sekitar dua tahun di sini, tetapi tidak ada kebijakan sama sekali,” katanya berkeluh kesah.

Tika, ibu Anggita menceritakan, dia memang memiliki dua kartu keluarga. Satu kartu keluarga yang dikeluarkan di Kota Bandung, Jawa Barat. Kartu keluarga itu memang mencantumkan nama Anggita.

Namun setelah dia bercerai dengan suami dan pindah domisili ke Kabupaten Nunukan, dia membuat kartu keluarga baru yang belum mencantumkan nama Anggita.

“Pihak sekolah meminta surat domisili, setelah saya berikan surat domilisi juga mereka tolak,” ujarnya.

Dia menyayangkan, karena anaknya yang lulusan SMP Negeri 1 Nunukan gagal masuk SMA negeri hanya karena persoalan kartu keluarga.

Padahal anaknya memiliki nilai 29,95 yang semestinya bisa diterima di SMA Negeri 1 Nunukan yang menerima nilai terendah 23,9 pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA tahun ajaran 2017-2018.

“Ini bukan nilai ujian yang dilihat, tetapi kartu keluarga,” ujarnya.

Dari zonasi, Tika yang tinggal di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Nunukan memiliki peluang memasukkan anaknya di SMA Negeri 1 Nunukan maupun SMA Negeri 2 Nunukan.

“Saya masih berharap anak saya bisa diterima di SMA Negeri,” ujarnya.  (Tribun Kaltim/Niko Ruru)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved