Kabar Kalimantan

Protes Sistem Zonasi, Anggita Telepon Menteri Pendidikan di Tengah Aksi

Diapun menjelaskan, hampir 200 orang lulusan SMP sepertinya gagal diterima di SMA negeri di Pulau Nunukan, karena berbagai persoalan.

Protes Sistem Zonasi, Anggita Telepon Menteri Pendidikan di Tengah Aksi
tribunkaltim.co/niko ruru
Anggita saat berorasi di Tugu Dwi Kora, Kecamatan Nunukan, Rabu (5/7/2017). 

TRIBUNKALTENG.COM, NUNUKAN - Anggita mengeluhkan nasibnya kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Dr Muhadjir Effendy MAP, lantaran gagal diterima di sekolah negeri.

Disela aksi puluhan orangtua dan calon siswa yang gagal diterima di sekolah menengah atas (SMA) negeri, Rabu (5/7/2017) di Tugu Dwi Kora, Kecamatan Nunukan, Anggita yang berbicara kepada menteri melalui telepon seluler menjelaskan, dia gagal masuk SMA Negeri 1 Nunukan hanya karena masalah kartu keluarga.

“KK lama saya daerah Bandung. Apakah Bandung tidak masuk Indonesia? Kenapa harus dibeda-bedakan? Menurut panitia yang diterima hanya berdomisili minimal enam bulan di sini.

Sedangkan saya sudah hampir dua tahun di Nunukan,” ujarnya.

Diapun menjelaskan, hampir 200 orang lulusan SMP sepertinya gagal diterima di SMA negeri di Pulau Nunukan, karena berbagai persoalan.

“Setidaknya bapak punya kebijakan untuk menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.

Menerima keluhan itu, Muhadjir justru meminta dihubungkan dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kalimantan Utara atau Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kabupaten Nunukan untuk membicarakan hal tersebut.

Permintaan tersebut direspon Ketua LSM Panjiku Mansyur Rincing dengan mengirimkan nomor telepon seluler Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan, Jaya Martom.

Anggita sebelumnya saat berorasi menyebutkan, dia ditolak karena panitia tidak mau menerima kartu keluarga Bandung.

“Panitia meminta harus kartu keluarga di sini yang menunjukkan domisili minimal sudah enam bulan. Mengurus KK menurut panitia seperti membuat indomie langsung jadi.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved