Travel

Inilah Kelakuan Buruk Turis Indonesia di Candi Borobudur, Ingat Jangan Ditiru!

Perbincangan diawali oleh sebuah unggahan foto turis Indonesia yang tengah duduk di bangunan Candi Borobudur seorang netizen

Inilah Kelakuan Buruk Turis Indonesia di Candi Borobudur, Ingat Jangan Ditiru!
kompas.com
Candi Borobudur 

Dalam postingannya, ia menyakini perilaku turis Indonesia yang tak menghargai bangunan tua juga tak hanya terjadi di Candi Borobudur. "Saya merasakan Borobudur berduka, saya pun bersedih," papar Katherine.

Saat dihubungi KompasTravel, ia menceritakan bahwa kondisi jalan menuju Candi Borobudur saat itu sudah macet oleh kendaraan-kendaraan milik turis. Saat membeli tiket masuk Candi Borobudur sudah dipadati turis.

"Jalan naik tangganya Borobudur juga ramai banget desak-desakan. Sampai puncaknya lebih ramai lagi," kata Katherine kepada KompasTravel, Senin (3/7/2017).

Saat itu, menurut Katherine, tak ada imbauan agar tak duduk di bangunan Candi Borobudur oleh petugas melalui pengeras suara. Ia menyebut petugas Candi Borobudur mengingatkan turis- turis Indonesia secara langsung.

"Tapi gak effect kayanya. Security banding pengunjung seperti satu banding ratusan," ujar Katherine.

General Manager Unit Candi Borobudur, Chrisnamurti Adiningrum mengatakan puncak kunjungan ke Taman Wisata Candi Borobudur terjadi dua hari selama setahun yaitu H +3 dan H +4 setelah Lebaran. H+3 Lebaran tahun 2017 ini sendiri jatuh pada tanggal 29 Juni 2017.

"Sekali lagi kami sampaikan puncak kunjungan ke Candi Borobudur hanya terjadi dua hari dalam setahun. Kami mohon maaf apabila ada pihak yang tidak nyaman saat berkunjung ke Borobudur pada hari itu. Sebagai informasi upaya-upaya pelestarian terus menerus dikoordinasikan dengan pengelola zona 1 dan kami berkomitmen untuk bersama-sama berupaya melestarikan Candi Borobudur kebanggaan bangsa Indonesia," kata Chrisnamurti dalam keterangan tertulis kepada KompasTravel, Senin (3/7/2017).

Ia mengatakan edukasi untuk pengunjung selama berada di area Candi Borobudur telah diberikan dalam bentuk audio visual.

Chrisnamurti mengimbau turis-turis sebaiknya hanya berada di area puncak Candi Borobudur selama lima menit pada waktu high season. "Saat low season kan sepi. Pengunjung bisa lebih leluasa foto-foto," imbuhnya.

Berita ini dipublikasikan wartakota dengan judul "Jangan Ditiru! Kelakuan Buruk Turis Indonesia di Candi Borobudur"

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved