Ensiklopedia

Ini Aturan dan Cara Menghitung Besaran THR Karyawan

Menurut Permen 04/1994, setiap orang yang mempekerjakan orang lain disebut pengusaha dan wajib membayar THR.

Ini Aturan dan Cara Menghitung Besaran THR Karyawan
Istimewa
Ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM - Bicara lebaran selalu erat kaitannya dengan Tunjangan Hari Raya (THR).

Tidak lengkap memang, kalau lebaran tanpa THR. Seperti sayur tanpa garam.

Tapi tahukah kalian, jika setiap pegawai berhak mendapatkan THR dari perusahaan atau tempat kalian bekerja.

Kerap muncul pertanyaan berapa sih sebenarnya jumlah THR yang berhak diterima.
Ironisnya, banyak pekerja yang tidak tahu caranya.

Umumnya pekerja menerima saja apa adanya yang diberikan perusahaan.

Dilansri dari mdiorentino.blogspot.co.id, sampai detik ini norma penghitungan THR masih menggunakan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 04/Men/1994.

Menurut Peraturan Menteri (Permen) 04/1994, yang dimaksud THR adalah pendapatan pekerja yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja atau keluarganya menjelang hari raya keagamaan yang berupa uang atau bentuk lain.

Mungkin karena THR merupakan pendapatan tambahan, orang menyebutnya dengan istilah “gaji ke-13″.

Siapa yang wajib membayar THR?

Menurut Permen 04/1994, setiap orang yang mempekerjakan orang lain disebut pengusaha dan wajib membayar THR.

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved