Breaking News:

Kabar Dunia

Atasi Krisis Pangan di Qatar, Iran Tiap Hari Akan Kirim Buah dan Sayuran

Rencananya, pengiriman bantuan makanan seperti akan terus dilakukan setiap hari, setidaknya 100 ton buah-buahan dan sayuran untuk tiap hari.

HAARETZ
Warga Qatar menyerbu supermarket untuk memborong makanan menyusul aksi isolasi atas negara itu oleh Arab Saudi dan sejumlah negara Arab lainnya sebagai ekses krisis diplomatik Qatar dengan sejumlah negara di Timur Tengah. 

TRIBUNKALTENG.COM, TEHERAN - Pemerintah Iran berjanji membantu persediaan pangan di Qatar melalui pengiriman bantuan makanan ke negara itu setiap hari selama negara itu mengalami isolasi diplomatik oleh negara-negara Arab tetangganya.

Iran dikabarkan telah mengirim empat pesawat bermuatan penuh buah-buahan dan sayuran ke Qatar, di tengah blokade terhadap Qatar oleh sejumlah negara Arab yang memutus hubungan diplomatik.

Menurut Kepala Iran Air, maskapai nasional Iran, sejak pemutusan hubungan diplomatik, pihaknya terus membantu pengiriman kebutuhan makanan ke Qatar.

"Setelah Qatar diberikan sanksi oleh Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain, sejauh ini Iran Air telah memberikan empat pesawat berisi kebutuhan makanan dan sayuran ke Qatar," jelas Kepala Iran Air Shahrokh Noushabadi, Sabtu (10/6/2017).

Rencananya, pengiriman bantuan makanan seperti akan terus dilakukan setiap hari, setidaknya 100 ton buah-buahan dan sayuran untuk tiap hari.

Tak hanya buah dan sayuran, para eksportir ternak Iran mengatakan setidaknya sudah ada 66 ton daging dikirimkan ke Qatar dalam dua hari terakhir.

"Puluhan perusahaan makanan Iran juga siap membantu Qatar untuk mengirimkan makanan tak cepat rusak jika diperlukan," ungkap seorang diplomat Iran di Qatar.

Qatar menghadapi ancaman krisis makanan pascapemutusan hubungan diplomatik dengan Arab Saudi dan sejumlah negara Arab lainnya.

Pemutusan hubungan diplomatik itu berpengaruh pada segala kerja sama yang dijalin Qatar dengan negara-negara tersebut.

Termasuk pada akses penerbangan, perairan, dan jalur darat, yang artinya berdampak pada aliran pasokan makanan dan kebutuhan hidup di Qatar.

Kaya akan minyak, tanah Qatar memang tak bisa digunakan untuk bercocoktanam, sehingga 99 persen bahan makanan di negara itu diimpor dari luar.

Kebanyakan pasokan makanan diimpor dari negara-negara Arab, termasuk Arab Saudi, negara satu-satunya yang berbatasan dengan Qatar.

Karenanya, Qatar terancam mengalami krisis makanan akibat pemutusan hubungan diplomatik ini. (Independent/Huffington Post)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved