Kabar Dunia

Kutuk Teror London, 130 Imam Masjid Tolak Salatkan Jenazah Pelakunya

Para pemuka agama Islam dari berbagai latar belakang mengutuk serangan yang menewaskan tujuh orang dan melukai 48 orang lainnya pada Sabtu (3/6/2017)

Kutuk Teror London, 130 Imam Masjid Tolak Salatkan Jenazah Pelakunya
(AFP/ GABRIELE SCIOTTO)
Polisi bersenjata berdiri di dekat terduga pelaku teror di Borough Market, London, Sabtu (3/6/2017). Terduga pelaku tersebut yang terkapar mengenakan rompi dengan sejumlah tabung di dada. 

TRIBUNKALTENG.COM, LONDON – Sebuah kelompok yang terdiri dari 130 imam dan para pemuka agama Islam menolak menyalatkan pelaku penyerangan di Jembatan London.

Dalam pernyataan di media sosial, kelompok ulama tersebut menyatakan sikap mereka.

“Maka dari itu, berdasarkan prinsip etika lainnya yang sangat penting bagi Islam, kita takkan melakukan salat Islam tradisional atas para pelaku dan kita juga mendesak sesama imam dan otoritas agama untuk menarik hak istimewa semacam itu," kata mereka.

"Ini disebabkan oleh tindakan yang tak dapat dibenarkan dan sama sekali bertentangan dengan ajaran agama Islam yang agung," demikian pernyataan tersebut, sebagaimana dirilis The Independent, Selasa (6/6/2017).

Para pemuka agama Islam dari berbagai latar belakang mengutuk serangan yang menewaskan tujuh orang dan melukai 48 orang lainnya pada Sabtu (3/6/2017) malam.

Saat itu tiga pria  menabrakkan sebuah mobil van sewaan ke arah para pejalan kaki lalu di trotoar Jembatan London dan mereka pun turun dengan secara acak menikam orang-orang yang bersuka ria di bar dan restoran di dekat Pasar Borough.

Satu panel pembicara di Masjid London Timur mengatakan bahwa mereka akan berupaya melawan kebenaran agama yang diputarbalikkan oleh para ekstrimis.

"Sekali lagi kita berkumpul, untuk berdiri bersatu melawan orang-orang yang mencoba memecah belah kita," kata ketua Masjid London Timur dan Pusat Muslim London, Muhammad Habibur-Rahman.

"Saya memiliki pesan yang jelas kepada mereka yang melakukan terorisme. Anda menentang ajaran inti Islam dan Nabi Muhammad SAW, damai sejahtera baginya,” katanya.

 “Kesalahpahamanmu akan membawa Anda ke kehancuran, dan insya Allah Anda benar-benar akan gagal dalam tujuan jahat Anda. Kami berbeda dari Anda dan korupsi Anda terhadap agama Islam. Terorisme tidak beriman," demikian The Independent.

Polisi telah mengidentifikasi dan menyebutkan dua nama penyerang Jembatan London, yaki Khuram Shazad Butt dan Rachid Redouane. Sementara penyerang ketiga belum diumumkan.

Sebelumya, 12 orang diamankan polisi dalam sebuah penyergapan di Barking, London, beberapa jam setelah serangan itu.(*)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved