Breaking News:

Beredar Kabar Begal dan Meresahkan, Cyber Polda Kalteng Telisik Akun Medsos Ini

Benardo tidak mengalami kekerasan atau ancaman kekerasan dari kedua orang yang mengikuti tersebut dan juga tidak ada kerugian materiil.

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Tribun Kalteng/Fathurahman
Klarifikasi soal maraknya begal kepada salah satu pemilik akun yang mengaku jadi korban begal di medsos. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Maraknya kabar tentang aksi begal di Palangkaraya, Kalimantan Tengah langsung direspons Polda Kalteng dengan melakukan Cyber Patrol yang dilakukan Bidhumas Polda Kalteng.

Informasi yang disebut Bid Humas Polda Kalteng, Minggu (28/5/2017) pada saat melaksanakan Cyber Patrol Tim Bidhumas Polda Kalteng menemukan beberapa akun medsos yang memposting status peringatan kriminalitas tentang maraknya kejadian begal yang terjadi di wilayah Palangkaraya.

Pada Senin (29/5/2017) sekitar pukul 13.30 WIB telah dilakukan klarifikasi terhadap Benardo Septua Ginta dengan id Bernardo dengan hasil, Minggu (14/5/2017) sekitar pukul 03.00 WIB mulai dari Jalan Tjilik Riwut Km 5 Palangkaraya.

Pada waktu mengendarai sepeda motor Scoopy telah diikuti oleh dua orang yang menggunakan sepeda motor Scoopy dengan membawa satu batang tongkat yang dibungkus dengan kertas koran mengikuti Benardo sampai dengan Jalan Hiu putih V Palangkaraya.

Benardo tidak mengalami kekerasan atau ancaman kekerasan dari kedua orang yang mengikuti tersebut dan juga tidak ada kerugian materiil.

Atas kejadian yang dialami oleh Benardo tersebut kemudian pada siang harinya menshare ke Group Line Hiu Putih dan tidak melaporkan ke kantor kepolisian terdekat. Dan baru pada Minggu (28/5/2017) ramai di media sosial.

Berdasarkan hasil pelaksanaan Cyber Patrol dan klarifikasi terhadap Benardo dinyatakan bahwa tidak benar dia telah menjadi korban begal. Meski demikian, Polri tetap dilakukan antisipasi untuk mencegah kriminalitas.

Sementara, Kapolsek Pahandut Palangkaraya, Kompol Ani Maryani, Senin (29/5/2017) menyebut, pihaknya belum menerima laporan korban begal, meski ramai dibicarakan di media sosial. "Kami tetap siaga terkait kabar itu," ujar Ani.

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved