Breaking News:

Kalteng Kita

Kasus Penembakan di Desa Bentot Oleh Anggota Polsek Patangkep, Ini Penjelasan Kapolres Barito Timur

Pada saat di TKP sekitar pukul 12.00 WIB petugas menemui tersangka Julio Guteres yang berada dalam rumah kemudian bersama saksi berusaha membujuk

Penulis: Mustain Khaitami | Editor: Mustain Khaitami
Kasus Penembakan di Desa Bentot Oleh Anggota Polsek Patangkep, Ini Penjelasan Kapolres Barito Timur
dok tribunkalteng
Ilustrasi

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Kapolres Barito Timur (Bartim) AKBP Raden Petit Wijaya, menegaskan tindakan tegas kepolisian yang dilakukan Polsek Patangkep Tutui terhadap Julio Guteres, telah dilakukan sesuai prosedur.

Kapolres menjelaskan bahwa kegiatan ini untuk meluruskan pemberitaan dan menyampaikan kronologis kejadian sesuai fakta terkait tindakan kepolisian untuk mengamankan tersangka yang diduga melakukan penganiayaan dan pengancaman dengan senjata tajam yang terjadi Sabtu (22/4/2017) sekitar pukul 11.00 WIB di sebuah pondok Desa Bentot, RT 7 Kecamatan Patangkep Tutui, Kabupaten Bartim, Kalteng.

Peristiwa ini dilakukan oleh Julio Guteres (41) kepada Rianto alias Bapak Jaka (53).

Kejadian ini berawal saat Julio menanyakan ATM kepada Rianto sedangkan Rianto tidak mengetahui ATM yang dimaksud. Tiba-tiba Julio langsung memukul muka dan tangan Rianto. Lalu Julio masuk kedalam rumah dan keluar dengan sebilah parang ditangan dan mengejar Rianto.

“Pelapor, yaitu Rianto setelah kejadian penganiayaan dan pengancaman sempat melarikan diri dan melapor ke Polsek Patangkep Tutui, kemudian ditindak lanjuti oleh Polsek dengan mengirim petugas ke TKP,” jelasnya.

Pada saat di TKP sekitar pukul 12.00 WIB petugas menemui tersangka Julio Guteres yang berada dalam rumah kemudian bersama saksi berusaha membujuk tersangka agar bersedia keluar dan menyerahkan diri kepada petugas.

Namun usaha tersebut tidak dihiraukan dan tidak mau menyerahkan diri bahkan menghunuskan parangnya kepada petugas.

“Petugas kita telah melakukan upaya negoisasi dan membujuk tersangka bersama-sama saksi yang merupakan kerabatnya, namun tersangka tidak mau menyerahkan diri,” ucap Petit.

Kemudian sekitar pukul 13.30 WIB Kapolsek Patangkep Tutui datang ke TKP setelah dihubungi anggotanya.

Kapolsek juga berusaha membujuk tersangka untuk melepas parang yang dipegangnya bahkan dengan mengangkat kedua tangannya untuk meyakinkan tersangka agar menyerah secara baik-baik.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved