Breaking News:

Afi Mendadak Unggah Tulisna Ini Setelah Didatangi GP Ansor dan Banser NU

Kedatangan anggota GP Ansor dan Banser NU tersebut dikabarkan Afi melalui akun jejaring Facebook miliknya, Sabtu (26/5/2017).

Facebook
Asa Firda Nihaya. 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Setelah tulisannya yang berjudul 'Warisan' viral, siswi SMA Asa Firda Inayah alias Afi Nihaya Faradisa didatangi oleh anggota GP Ansor dan Banser Nahdlatul Ulama.

Bukannya mau memprotes tulisan tersebut, anggota GP Ansor dari Banyuwangi dan Banser NU tersebut hendak memberikan perlindungannya kepada Afi yang kerap mendapatkan ancaman gara-gara tulisan 'Warisan' itu.

Kedatangan anggota GP Ansor dan Banser NU tersebut dikabarkan Afi melalui akun jejaring Facebook miliknya, Sabtu (26/5/2017).

Tak hanya itu, Afi juga sempat melakukan video call dengan pimpinan pusat GP Ansor di Jakarta yang mengapresiasi tulisan Afi dan merasa tidak ada yang salah dengan tulisan tersebut.

"Kami sangat mengapresiasi tulisan WARISAN. Tidak ada yang salah dengan tulisan itu. Orang-orang yang menyalahkan, menyerang, dan membulimu lah yang sebenarnya tidak paham esensi dan hakikat dari agamanya sendiri. Kami mendukungmu. Kami ada di belakangmu. Teruslah lakukan apa yang kau lakukan sekarang. Kami membuat pertemuan di sini hanya ingin agar kamu tidak sampai berhenti menulis. Kami butuh generasi yang mampu memaknai keragaman dan toleransi di NKRI seperti caramu, Afi," demikian pernyataan pimpinan pusat GP Ansor seperti dituliskan oleh Afi.

Saat pertemuan tersebut, pimpinan cabang GP Ansor Banyuwangi, M. Syukron juga membawakan buku berjudul La Tahzan untuk Afi.

"Saya tahu apa yang Afi hadapi. Dapat sindiran, celaan, bahkan ancaman dari sana-sini. Pasti tidak mudah. Ini agar Afi tidak sedih," kata M. Syukron seperti dituliskan oleh Afi.

Afi merasa tidak menyangka bahwa banyak orang yang ternyata peduli kepada dan tidak pernah membiarkannya berjalan sendiri.

"Saya tidak menyadari bahwa banyak orang yang ternyata peduli dan tidak pernah membiarkan perempuan 18 tahun ini berjalan sendiri. I AM NOT AFRAID. WORDS CANNOT BREAK ME DOWN.(Saya tidak takut. Kata-kata tidak akan bisa membuat saya menyerah--RED)," tulis Afi.

Afi pun menilai NU merupakan representasi dari Islam ramah, bukan Islam marah.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved