Kabar Kalimantan

Wisata DI Kaltim Ibarat Mawar Berduri, Biayanya Mahal!

Konektivitas antar objek wisata, diakui Syafruddin menjadi tantangan utama. Untuk mengatasi persoalan konektifitas tersebut, diperlukan kerjasama anta

Wisata DI Kaltim Ibarat Mawar Berduri, Biayanya Mahal!
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP
Masjid Islamic Centre dilihat dari seberang Sungai Mahakam saat senja. 

Meski memiliki spot wisata lengkap, Syafruddin mengibaratkan Kaltim sebagai mawar. Cantik, namun berduri.

Perumpamaan ini dilontarkan Syafruddin melihat sejumlah tantangan yang dihadapi, menuju pariwisata internasional.

Pasalnya, untuk menikmati setiap jengkal keindahan Kaltim, diperlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

"Mau menikmati budaya dan keindahan alam di Mahakam Ulu, tidak mungkin bisa dilakukan dalam waktu tiga hari dua malam. Perjalanannya jauh dan mahal," katanya.

Begitu pula spot‑spot wisata lainnya, seperti goa purba di Kutai Timur, hingga wisata bahari yang terbentang mulai Kutai Timur, hingga Berau.

"Untuk destinasinya, sudah bisa dikatakan internasional. Tapi, untuk fasilitasnya, belum bisa," ucap Syafruddin.

Destinasi wisata yang paling siap secara infrastruktur di Kaltim, menurut Syafruddin, ada di Kepulauan Derawan, Berau. Pelancong dari dalam dan luar negeri bisa mendarat di Bandara Kalimarau, Berau atau, via Bandara Juwata, Tarakan.

Selanjutnya, turis bisa terbang langsung menuju Pulau Maratua.

"Memang saat ini baru penerbangan carter. Karena bandaranya belum resmi dioperasikan. Tapi, kalau Bandara Maratua sudah beroperasi, pasti luar biasa," katanya lagi.

Namun demikian, Syafruddin juga mengingatkan, salah kelola potensi pariwisata, katanya, Kaltim harus siap gigit jari.

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved