Breaking News:

Ini Fakta Menarik Pelatih Asal Italia di Chelsea

Tiga poin dari laga pekan ke-36 ini membuat Chelsea mengumpulkan total 87 angka, unggul 10 atas Tottenham

Editor: Halmien
Manajer Chelsea, Antonio Conte, melakukan selebrasi setelah memastikan timnya menjuarai Premier League musim 2016-2017 berkat kemenangan 1-0 di kandang West Bromwich Albion di Stadion The Hawthorns, West Bromwich, Jumat (12/5/2017).(ANTHONY DEVLIN/AFP) 

TRIBUNKALTENG.COM - Chelsea menyegel gelar juara Premier League musim 2016-2017 di kandang West Bromwich Albion, Jumat (12/5/2017). Kemenangan 1-0 berkat gol Michy Batshuayi pada menit ke-82 membuat The Blues tak bisa dikejar lagi oleh rival terdekatnya, Tottenham Hotspur.

Tiga poin dari laga pekan ke-36 ini membuat Chelsea mengumpulkan total 87 angka, unggul 10 atas Tottenham, yang masih menyisakan tiga laga. Dengan asumsi Tottenham meraup poin penuh semua pertandingan nanti dan Chelsea selalu kalah, mereka tetap kokoh di puncak dengan keunggulan satu angka.

Ini menjadi debut yang sempurna bagi Antonio Conte. Pelatih asal Italia ini pun menorehkan tinta emas dalam kiprahnya karena empat musim berturut-turut meraih gelar juara sebagai pelatih sebuah klub.

Berikut fakta menarik tentang Conte, setelah membawa Chelsea meraih gelar Premier League musim 2016-2017:

1. Conte menjadi pelatih Italia keempat yang merengkuh gelar Premier League setelah Carlo Ancelotti, Roberto Mancini dan Claudio Ranieri.

2. Conte adalah manajer keempat yang mengangkat trofi Premier League pada musim pertamanya di Inggris. Sebelumnya, Jose Mourinho melakukannya bersama Chelsea pada musim 2004-2005, Carlo Ancelotti (bersama Chelsea pada musim 2009-2010) dan Manuel Pellegrini (bersama Manchester City pada musim 2013-2014).

3. Conte meraih gelar juara liga empat kali berturut-turut sebagai pelatih sebuah klub. Tiga sebelumnya dia raih bersama Juventus ketika memenangi gelar Serie A pada musim 2011-12, 2012-13 dan 2013-14.

Conte, yang merupakan mantan pemain Juventus, mengawali kariernya sebagai pelatih di klub Arezzo (2006-2007). Setelah itu berturut-turut dia menangani Bari (2007-09/menjadi juara Serie B 2009), Atalanta (2009-10), Siena (2010-11), sebelum dipercaya memegang kendali di Juventus pada 2011.

Setelah mencetak hat-trick di Serie A, Conte mencoba peruntungannya bersama tim nasional Italia. Sayang, selama dua tahun menjadi allenatore di Azzurri menggantikan Cesare Prandelli, prestasi terbaik Conte adalah membawa negaranya mencapai perempat final Piala Eropa 2016. Langkah mereka dihentikan oleh Jerman, yang menang adu penalti.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved