Parah! 500 Guru Honorer Setor Rp 4 Miliar ke Oknum Kemenag Ini, Nyatanya Begini

Selain dua orang oknum berinisial M dan A, pihaknya juga melampirkan sedikitnya 10 orang yang membantu dua oknum tersebut menjalankan aksinya.

Parah! 500 Guru Honorer Setor Rp 4 Miliar ke Oknum Kemenag Ini, Nyatanya Begini
tempo
aksi unjuk rasa guru honorer

TRIBUNKALTENG.COM, BATANG - Perwakilan guru honorerdi bawah Kementerian Agama Kabupaten Batang mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Batang, Rabu (26/4/2017).

Mereka melaporkan oknum pegawai Kemenag Batang yang diduga telah menipu terkait pengangkatan guru honorer menjadi aparatur sipil negara. Jumlah guru honorer yang tertipu mencapai 500 orang dengan jumlah kerugian Rp 4 miliar.

Perwakilan guru honorer dari Madrasah Tsanawiyah Wonotunggal, Musbihin, mengatakan pihaknya melaporkan dua oknum Kemenag Batang terkait penipuan tersebut.

Selain dua orang oknum berinisial M dan A, pihaknya juga melampirkan sedikitnya 10 orang yang membantu dua oknum tersebut menjalankan aksinya.

Menurut Musbihin, penipuan ini telah berlangsung sejak 2010. Para guru honorer dijanjikan akan diangkat menjadi aparatur sipil negara asal menyetorkan sejumlah uang yang jumlahnya beragam dari Rp 3 juta hingga Rp 30 juta.

"Tergantung masa pengabdian. Semakin lama mengabdi, semakin besar pungutannya," kata Musbihin.

Musbihin mengatakan, untuk guru honorer K2 oknum tersebut meminta uang hingga Rp 6 juta sementara untuk K1 diminta Rp 10 juta hingga Rp 30 juta.

"Total 500 korban, kalau dijumlah semuanya mencapai Rp 4 milar," Musbihin menjelaskan.

Pihaknya mengetahui ada unsur penipuan saat para korban mengecek ke Badan Kepegawaian Nasional di Jakarta dan mendapati nama mereka tidak ada.

Para korban pun berusaha mengkonfirmasi ke kantor Kemenag Batang namun oknum itu tetap menjanjikan para korban akan diangkat sebagai aparatur sipil negara.

"Tahun 2016 kami ke BKN tapi nama kami tidak ada. Kami coba mengkonfirmasi ke Kemenag tetap dijanjikan akan diangkat PNS," kata dia.

Kesal merasa ditipu, beberapa perwakilam guru honorer melaporkan M dan A ke Kejaksaan Negeri Batang.

Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kemenag Batang, Sugiedi, enggan memberikan konfirmasi. Beberapa panggilan telepon ditolak dan dialihkan.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Batang, Arfan Harif, mengaku akan mempelajari laporan para guru honorer itu. "Baru laporan kami pelajari dulu yah," kata Arfan.

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved