Breaking News:

Kabar Kalimantan

Tempuh 20 Jam Perjalanan, 6 Orangutan Kini Tempati Hutan Kehje Sewen

Keenam orangutan ini sebelumnya diberangkatkan melalui jalur darat dari Samboja Lestari langsung ke Hutan Kehje Sewen di Kabupaten Kutai Timur.

Penulis: Mustain Khaitami | Editor: Mustain Khaitami
Istimewa
Tim dari Yayasan BOS melakukan perjalanan di medan berat untuk melakukan pelepasliaran terhadap orangutan di Kehje Sewen. Selama di perjalanan yang memakan waktu hingga 20 jam, tim melakukan protokol ketat dan berhenti setiap dua jam untuk memeriksa kondisi orangutan dan memberi mereka makanan serta minuman. 

TRIBUNKALTENG.COM - Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) kembali melepasliarkan enam orangutan ke habitat alami di hutan Kehje Sewen, Kabupaten Kutai Timur, Kaltim.

Pelepasliaran satwa ini merupakan yang kesekian kalinya dilakukan sejak 2012. Itu berarti, sudah 69 orangutan rehabilitan yang ditempatkan di kawasan tersebut.

Keenam orangutan yang akan dilepasliarkan Selasa (25/4/201) itu terdiri dari dua jantan dan empat betina remaja yang telah menyelesaikan tahapan rehabilitasi yang panjang melalui sistem Sekolah Hutan dan dinilai telah siap untuk hidup mandiri di alam liar.

Mereka akan dilepasliarkan di bagian Selatan Kehje Sewen, di lokasi di mana sebelumnya 24 orangutan yang direhabilitasi dilepasliarkan; dan semuanya terpantau telah menyebar ke seluruh wilayah hutan.

"Pelepasliaran ini juga bertepatan dengan ulang tahun PT. RHOI yang ke-8, dan setelah lima tahun melepasliarkan orangutan ke Hutan Kehje Sewen, sekarang kami akan memanfaatkan area yang lebih luas lagi dengan membuka akses ke titik pelepasliaran yang lebih banyak, ujar Direktur Konservasi PT RHOI Aldrianto Priadjati sebagaimana rilis yang diterima Tribunkalteng.com dari Yayasan BOS.

Keenam orangutan ini sebelumnya diberangkatkan melalui jalur darat dari Samboja Lestari langsung ke Hutan Kehje Sewen di Kabupaten Kutai Timur.

Selama di perjalanan yang memakan waktu hingga 20 jam, tim melakukan protokol ketat dan berhenti setiap dua jam untuk memeriksa kondisi orangutan dan memberi mereka makanan serta minuman.

Kehje Sewen merupakan kawasan hutan hujan seluas 86.450 hektar di Kalimantan Timur yang dikelola dalam skema Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Restorasi Ekosistem (IUPHHK-RE) oleh PT Restorasi Habitat Orangutan Indonesia (PT RHOI), sebuah perusahaan yang didirikan oleh Yayasan BOS di tahun 2009.

Pada 2010, PT RHOI memperoleh izin pemanfaatan hutan Kehje Sewen, yang secara khusus digunakan sebagai tempat pelepasliaran orangutan yang direhabilitasi dari Samboja Lestari.

Disebutkan, sejauh ini sudah ada 2 kelahiran alami orangutan tercatat di antara orangutan yang dilepasliarkan di Kehje Sewen. Ini menjadi indikator positif bahwa habitat hutan adalah habitat yang cocok untuk reintroduksi orangutan dan konservasi jangka panjang mereka. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved