Ensiklopedia

Kisah Mamak Lisa yang 12 Tahun Tinggal Bersama Mayat Ayahnya

Rata-rata memerlukan bertahun-tahun untuk menguburkan mayat keluarga, karena memerlukan biaya puluhan juta rupiah.

Penulis: Restudia | Editor: Mustain Khaitami
BBC
Masyarakat di desa ini menempatkan mayat keluarganya di rumah selama bertahun-tahun dan memperlakukannya seperti orang hidup. 

TRIBUNKALTENG.COM - Masyarakat di desa ini menempatkan mayat keluarganya di rumah selama bertahun-tahun dan memperlakukannya seperti orang hidup.

Di Toraja, Sulawesi Selatan, budaya ini dilakukan oleh masyarakatnya. Mayat anggota keluarga masih tersimpan di rumah dan tetap menjadi anggota keluarga.

Sampai memasuki pemakaman yang memakan waktu sangat lama, usai anggota keluarga dinyatakan meninggal dunia.

Untuk menjaga mayat agar tidak hancur, mereka memberikan formalin untuk bisa mengawetkan mayat.

Setiap harinya, mayat anggota keluarga ini bahkan diberikan makanan, minuman, bahkan rokok dua kali sehari.

Pihak keluarga merawatnya dengan memandikannya, menggantikan baju, penerangan di malam hari, bahkan pispot di sudut ruangan yang berfungsi sebagai toilet.

Dilansir thesun dari BBC, reporter BBC bahkan mengunjungi salah satu keluarga yang masih menyimpan mayat anggota keluarganya selama 12 tahun di rumah.

Mamak Lisa menyimpan mayat ayahnya selama 12 tahun di sebuah ruangan. Ketika ada keluarga yang datang berkunjung, ia akan mengatakan dia sedang sakit.

Ia kemudian menunjukkan mayat ayahnya yang terbaring di sebuah peti mati, sebelum menunjukkannya kepada keluarga di sebuah ruangan.

"Ayah ada tamu yang ingin melihatmu, aku berharap ini tak membuat ayah marah atau merasa tidak nyaman", ujarnya.

Ketika anak-anak berlari ke ruangan dan menanyakan kenapa kakeknya selalu tidur, ia pun menjawab, "Shhh...stop jangan mengganggu kakek".

mayat
mayat keluarga (BBC)

Masyarakat Toraja mempercayai mayat keluarga yang meninggal masih bisa mendengarkannya. Arwah mereka akan marah jika tak dirawat sampai hari pemakamannya tiba.

"Meski kami penganut Kristen, keluarga tetap percaya. Mereka akan menelepon dan menanyakan apa yang sedang dilakukan ayah. Karena kami percaya dia masih bisa mendengarkan kami dan berada di sekitar kami".

Rata-rata memerlukan bertahun-tahun untuk menguburkan mayat keluarga, karena memerlukan biaya puluhan juta rupiah.

Pemakaman bisa dilakukan berhari-hari dengan mengorbankan binatang. Seluruh warga akan diundang untuk merayakan jiwa orang yang mereka cintai menuju alam baka.

mayat
mayat keluarga (BBC)

Dalam perayaan akan dibuat boneka kayu dengan dikenakan pakaian keluarga yang telah meninggal, mayat akan didandani dengan pakaian khusus, kemudian disimpan di dalam gua.

Setiap beberapa tahun sekali, keluarga dan kerabat akan menjenguknya untuk menggantikan pakaian dengan pakaian yang baru.

Makanan segar, rokok, juga akan selalu dikirimkan ke kuburan sebagai bentuk ikatan keluarga.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved