Breaking News:

Sebut Indonesia Negara Curang, JK: Donald Trump Harus Instropeksi

Indonesia sejauh ini mengekspor banyak produk garmen dan alas kaki dari AS, sementara Indonesia mengimpor pesawat Boeing dan mesin lainnya yang

Amriyono
Wakil Presiden Jusuf Kalla 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Amriyono Prakoso

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Defisit neraca anggaran Amerika Serikat yang mencapai 13 miliar dolar AS ditengarai karena adanya 'kecurangan' yang dilakukan oleh sejumlah negara yang menjadi mitra dagang Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump pun memasukkan Indonesia sabagai salah satu dari daftar negara yang selama ini telah curang terhadap AS mengacu pada hasil investigasi yang diinstruksikan Presiden Donald Trump beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan, Pemerintah AS seharusnya instrospeksi diri pada strategi dagang mereka mengingat defisit perdagangan AS dengan Indonesia selama ini diakibatkan oleh barang yang diimpor ke negara itu memang lebih murah, dibandingkan dengan harga barang-barang yang sama di AS.

"Amerika harus introspeksi, kenapa kita kurang mengimpor barang dari Amerika, karena mereka mahal," ujar JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (4/4/2017).

Indonesia sejauh ini mengekspor banyak produk garmen dan alas kaki dari AS, sementara Indonesia mengimpor pesawat Boeing dan mesin lainnya yang pengadaanya tidak bisa disanggupi dari dalam negeri.

"Amerika sendiri yang menyodorkan perdagangan bebas selama ini, sebagai unsur negara yg kapitalis memang harus perdagangan bebas. Sekarang malah menyesalkan. Padahal fair trade ini ada yang menjamin, seperti WTO," katanya.

Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang berisi memerintahkan jajarannya untuk menyelidiki negara-negara yang bertanggung jawab atas defisit neraca perdagangan AS yang nilainya mencapai hampir US$ 50 miliar.

Beberapa negara yang disebut dalam daftar tersebut di antaranya: Jepang, Jerman, Meksiko, Irlandia, Vietnam, Italia, Korea Selatan, Malaysia, India, Thailand, Prancis, Swiss, Taiwan, Indonesia, dan Kanada.

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved