Kabar Dunia
'Albert Einstein' Cilik Ini Bikin Orangtuanya Bingung
Bocah perempuan berusia 5 tahun ini memiliki kelainan genetik yang juga dialami oleh Albert Einstein.
Penulis: Restudia | Editor: Mustain Khaitami

TRIBUNKALTENG.COM - Bocah perempuan berusia 5 tahun ini memiliki kelainan genetik yang juga dialami oleh Albert Einstein.
Kelainan yang dialaminya seperti ciri khas dari Einstein, yakni terletak pada rambut.
Lyla Grace Barlow memiliki rambut yang mengembang dan tak bisa dirapikan, seperti yang dialami Einstein.

Penyakit langka ini dikenal dengan nama sindrom rambut uncombable yang hanya dialami 100 orang di seluruh dunia.
Kondisi ini disebabkan karena gen yang bermutasi yang menciptakan folikel rambut berbentuk hati, tidak bulat seperti umumnya.
Menyebabkan rambutnya terus berdiri dan tak bisa 'dijinakkan', biasa anak yang menderita kelainan gen ini disebut anak gulali.
Orangtua Lyla, Alex dan Mark Barlow mengaku sudah mencoba banyak produk rambut.
Bahkan menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyisir rambut Lyla yang tetap saja terlihat kusut.

"Dia seperti afro berkulit putih," kata Alex.
"Beberapa orang menertawakannya dan berkata rambutnya seperti rambut di pagi hari".
"Sindrom rambut uncombable membuat rambut terlihat berantakan, tapi setiap helainya juga seperti lilitan".
"Aku harus hati-hati ketika menyisirnya, kadang ia akan menangis", ujarnya seperti dilansir Mirror.
Lyla dikatakannya ketika lahir tak memiliki rambut, tapi baru tumbuh di usia 1,5 tahun dengan ujung rambut yang berdiri tegak.
"Salah seorang penata rambut mengatakan 'saya belum pernah melihat rambut seperti ini, apa yang harus saya lakukan'".
Para ilmuwan Jerman bahkan memeriksa sampel DNA Lyla dan mengatakan apa yang sebenarnya diderita Lyla.
"Lucu, rambut saya coklat dan lurus, begitu juga Mark. Kakak Lyla memiliki rambut coklat seperti kami".
"Luar biasa, rambutnya seperti kepribadiannya. Ceria, gila, dan riang".
"Kami juga diberitahu, kondisinya seperti Albert Einstein".
"Kami mendandaninya ketika halloween kemarin dan bahkan tak harus membeli wig".
Menurut penelitian oleh para ilmuwan di Universitas Hospital di Bonn, Jerman, UHS disebabkan oleh mutasi ke salah satu dari tiga gen - PADI3, TGM3 dan TCHH.
Alex dan Mark masing-masing melewati Lyla gen PADI3 bermutasi, sehingga kondisi tersebut.
"Ini sangat langka, selama karier saya 38 tahun, baru ada tiga kasus. Tidak ada pengobatan medis untuk ini", ujar seorang dokter kulit dari Inggris.